Polri Fasilitasi KUR Bagi Petani, Putus Rantai Tengkulak
pelaksana rapat koordinasi Polri dengan sejumlah pihak terkait --
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Polri berkoordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Rapat ini, untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak.
Koordinasi diperlukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.
BACA JUGA:Perkuat Ketertiban Lalu Lintas di Kota Batu, Kakorlantas Polri Dialog Humanis Bersama Ojol

Mini Kidi--
Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri ini, juga diikuti seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia. secara daring. Dipimpin Karobinkar SSDM Polri, selaku wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.
"Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak tahun 2025. Rakor ini untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan, tmenjadi lebih baik lagi," terang Brigjen Langgeng.
BACA JUGA:Pastikan Program MBG Sesuai Standar, Polres Ngawi Rutin Cek SPPG Polri
Di sisi hulu, Polri hadir sebagai jembatan bagi Poktan jagung dalam mengatasi kendala permodalan. Melalui skema pembiayaan melibatkan Himbara, Polri memfasilitasi akses Poktan ke perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Salah satu implementasi nyatanya terlihat di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan pertanian jagung.
"Fokus kami, menjaga harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung. Yakni mencapai Rp.6.400 /kg sesuai standar HPP Bulog," pungkas Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri. (edr)
Sumber:

