195 Delegasi PTN-BH Bahas RUU Sistem Pendidikan Nasional di Sidang Paripurna Unair

195 Delegasi PTN-BH Bahas RUU Sistem Pendidikan Nasional di Sidang Paripurna Unair

Ketua Senat Akademik Unair Prof Dr Nursalam menghadiri Sidang Paripurna MSA PTN-BH.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sebanyak 195 delegasi dari 24 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum mengikuti Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik PTN-BH di Universitas Airlangga Surabaya (Unair) untuk membahas RUU Sistem Pendidikan Nasional, Jumat 7 Februari 2026.

Sidang paripurna yang digelar di Airlangga Convention Center Kampus MERR-C tersebut mengangkat tema Harmonisasi Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dengan Situasi Pendidikan Tinggi Terkini.


Mini Kidi--

Ketua Senat Akademik Unair, Prof Dr Nursalam, MNurs (Hons), menyebut forum ini sebagai momentum strategis dalam merespons dinamika kebijakan pendidikan nasional.

"Tema ini dipilih sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab akademik senat perguruan tinggi dalam mengawal kebijakan pendidikan nasional agar selaras dengan kondisi riil, tantangan global, dan kebutuhan pengembangan pendidikan tinggi Indonesia," kata Prof Dr Nursalam.

BACA JUGA:Unair Jadi Tuan Rumah Sidang PTN-BH, Jusuf Kalla Dorong Penguatan Riset dan SDM Unggul

Menurutnya, sidang tersebut menjadi wadah evaluasi, diskusi, serta perumusan rekomendasi strategis terkait RUU Sistem Pendidikan Nasional yang masuk dalam Program Legislasi Nasional Prioritas Tahun 2026.

Ia berharap Majelis Senat Akademik PTN-BH mampu menghasilkan langkah konkret dan kontribusi substantif dalam menyikapi RUU Sisdiknas sekaligus memperkuat peran senat akademik dalam menjaga mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan tinggi nasional.

BACA JUGA:Peace Vaganza Unair Perkuat Sinergi Pascasarjana dan Kepala Daerah

Sementara itu, Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan, SE, MSi, MFin, menilai tema sidang sangat relevan dengan tantangan global dan dinamika kebijakan pendidikan saat ini.

Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting bagi senat akademik untuk menyampaikan pandangan yang konstruktif dan berorientasi pada keberlanjutan pendidikan tinggi.

BACA JUGA:Surabaya Darurat Cerai Dini, Sosiolog Unair: Matang Seksual Belum Tentu Matang Emosional

"Sebagai tuan rumah, kami berkomitmen mendukung seluruh rangkaian kegiatan dan berharap diskusi yang berlangsung dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sistem pendidikan nasional," ujar Prof Dr Muhammad Madyan.

Prof Dr Muhammad Madyan menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antar-PTN-BH serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi riil penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia.

"Semoga sidang paripurna ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan pendidikan tinggi Indonesia," pungkasnya. (Ain)

Sumber: