Buah dan Daun Kersen Murah di Mata, Mahal Khasiatnya, Fakta Ilmiah atau Mitos?
Buah dan daun kersen yang tumbuh liar di lingkungan perkotaan dan perdesaan.-sumber foto: freepik-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pohon kersen yang tumbuh liar di berbagai wilayah Indonesia menyimpan manfaat ekologis dan potensi kesehatan yang kerap disalahpahami antara fakta ilmiah dan mitos turun-temurun, Selasa 5 Februari 2026.
BACA JUGA:Benarkah Tidur 8 Jam Ideal bagi Tubuh? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Di banyak sudut kota dan desa, pohon kersen tumbuh begitu saja di pinggir jalan, halaman rumah, hingga lahan kosong, lalu dicap sebagai tanaman liar yang tidak bernilai. Buahnya kecil, mudah rontok, dan daunnya tumbuh rimbun tanpa pola rapi, sehingga tidak sedikit orang menganggapnya sekadar tanaman pengganggu yang layak ditebang.

Mini Kidi--
Padahal, di balik kesan sederhana tersebut, kersen menyimpan peran ekologis dan manfaat kesehatan yang jauh lebih besar daripada yang selama ini dibayangkan. Secara ilmiah, kersen dikenal dengan nama Muntingia calabura, tanaman yang terkenal sangat adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Tanaman ini mampu hidup di tanah miskin nutrisi, daerah panas, hingga wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi, menjadikannya salah satu tanaman perintis yang penting bagi ekosistem.
Keberadaan kersen membantu membuka ruang bagi kehidupan lain, karena buahnya menjadi sumber pakan alami burung dan kelelawar, sementara bunganya menyediakan nektar bagi serangga penyerbuk.
BACA JUGA:KUR BRI Dorong UMKM Kabanjahe Naik Kelas dari Usaha Es Buah ke Laundry Express
Dari sisi ekologi, pohon kersen berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan di area terbuka, pinggiran hutan, serta kawasan permukiman yang minim vegetasi. Manfaat kersen tidak berhenti pada perannya di alam, karena buahnya diketahui mengandung antioksidan seperti flavonoid dan vitamin C.
Kandungan tersebut berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga buah kersen kerap dikaitkan dengan upaya menjaga daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan sel.
BACA JUGA:Pesisir Timur Surabaya Memberi Sejuta Manfaat, Buah Mangrove Jadi Sumber Perekonomian
Selain buahnya, daun kersen juga menarik perhatian dunia medis karena mengandung senyawa antiinflamasi dan antibakteri.
Sejumlah penelitian laboratorium dan uji pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak daun dan buah kersen berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah serta meredakan peradangan ringan.
Sumber:
