Melaut di Perairan Sidoarjo Nelayan Pohjentrek Pasuruan Tewas Tersambar Petir

Melaut di Perairan Sidoarjo Nelayan Pohjentrek Pasuruan Tewas Tersambar Petir

Jenazah nelayan korban petir disemayamkan di rumah duka.--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Seorang nelayan asal Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan dilaporkan meninggal dunia setelah tersambar petir saat melaut mencari kepiting di perairan Katingan Kabupaten Sidoarjo, Senin 2 Februari 2026.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB ketika korban M. Sani (35) melaut bersama dua rekannya, Rohman (45) dan Mahfud (45).


Mini Kidi--

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan nelayan berangkat dari pelabuhan sekitar pukul 16.00 WIB sebelum cuaca di tengah laut tiba-tiba memburuk.

Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno mengatakan, saat kejadian korban tengah memegang kemudi perahu.

"Petir tiba-tiba menyambar dan korban langsung terkapar di dalam perahu," ujarnya, Selasa 3 Februari 2026.

BACA JUGA:Polres Pasuruan Salurkan Bantuan kepada Warga Korban Sambaran Petir di Purwodadi

Saksi mata Rohman menyadari kondisi darurat setelah mesin perahu mendadak mati.

Saat melihat ke belakang, ia mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan luka bakar serius di bagian dada sebelah kanan.

Melihat rekannya tak berdaya, Rohman dan Mahfud segera memutar haluan untuk membawa jenazah ke daratan.

BACA JUGA:Petir Sambar Rumah Warga Pasuruan, Atap Porak Poranda

Korban dievakuasi menuju Desa Pulokerto Kecamatan Kraton sebelum dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka di Kecamatan Pohjentrek.

Pihak Satpolairud Polres Pasuruan Kota yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan mengumpulkan keterangan saksi.

Namun demikian, keluarga korban menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah.

BACA JUGA:Terpental ke Jalur Berlawanan di Pandaan Pasuruan Pengendara Scoopy Tewas

"Keluarga telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan menandatangani surat pernyataan tidak menuntut pihak mana pun," tambah Edy Suseno.

Pihak kepolisian mengimbau nelayan agar lebih waspada saat melaut, terutama di perairan Katingan yang rawan badai petir saat musim penghujan.

Jenazah korban telah dimakamkan oleh keluarga di pemakaman desa setempat. (kd/mh)

Sumber: