Siaga Bencana di Surabaya Akibat Cuaca Ekstrem, Pemkot Siapkan Robot hingga 97 Armada

Siaga Bencana di Surabaya Akibat Cuaca Ekstrem, Pemkot Siapkan Robot hingga 97 Armada

Wali Kota Eri Cahyadi didampingi Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto melakukan inspeksi sarana dan prasarana dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Potensi bencana di Kota SURABAYA kian kompleks memasuki tahun 2026. Tidak hanya berkutat pada masalah banjir rob dan angin kencang, Kota Pahlawan juga dihadapkan pada ancaman bencana geologi akibat jalur sesar aktif.

Merespons hal tersebut, Pemkot Surabaya tidak mau ambil risiko. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana 2026 di kawasan Kodaeral V, Pabean Cantikan, Jumat 30 Januari 2026. 

BACA JUGA:Fokus Siswa Swasta, Pemkot Surabaya Kucurkan Bansos Pendidikan Rp 350 Ribu


Mini Kidi--

Turut hadir mendampingi, jajaran Forkopimda Kota Surabaya. Dalam arahannya, Eri mewanti-wanti bahwa tantangan Surabaya sebagai kota metropolitan kini bersifat multidimensi. 

"Ancamannya mulai dari fenomena rob, angin kencang yang kerap menumbangkan pohon dan reklame, hingga potensi gempa bumi karena adanya jalur sesar aktif yang melintasi beberapa wilayah kita," ujarnya. 

BACA JUGA:Antisipasi Super Flu H3N2, Pemkot Surabaya Terbitkan SE Kewaspadaan Dini

Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu menegaskan, apel gelar pasukan ini bukan sekadar seremoni. "Ini komitmen moral kita untuk memberikan kepastian dan ketenangan kepada warga. Kami bersama TNI dan Polri siap menjaga wilayah Surabaya," tegasnya.

Usai memimpin apel, Eri langsung melakukan inspeksi mendetail terhadap sarana dan prasarana (sarpras). Tak tanggung-tanggung, pemkot menyiagakan total 97 unit kendaraan pemadam. Sebanyak 30 unit di antaranya memiliki spesifikasi khusus penyedotan genangan air.

Yang menarik perhatian, pemkot juga menerjunkan dua unit robot pemadam kebakaran. robot ini disiapkan khusus untuk di medan berbahaya atau gedung dengan risiko paparan kimia tinggi demi melindungi nyawa personel.

BACA JUGA:Gaji Ortu Rp20 Juta Dapat Beasiswa Pemuda Tangguh, Evaluasi Pemkot Surabaya Temukan 70 Persen Salah Sasaran

"Kami juga siagakan satu unit mobil pemadam hazmat, mobil pemadam sistem Dismounted Assured Positioning, Navigation, and Timing System (DAPS), hingga armada berkapasitas jumbo 5.000 liter," terang Eri. 

Seluruh armada dan personel tersebut, lanjut dia, telah terintegrasi penuh dengan Command Center 112 dan Posko Terpadu yang siaga 24 jam nonstop.

Pihaknya mengapresiasi dukungan penuh TNI, khususnya Angkatan Laut. Dalam apel tersebut, TNI AL menyiagakan mobil medical check-up dan fasilitas kesehatan lengkap. Fasilitas ini akan melengkapi armada PMK milik pemkot yang sudah dibekali fitur hyperbaric untuk bantuan oksigen darurat.

Sumber: