DPRD Surabaya Minta Pendataan Ulang Kelayakan Bangunan Sekolah Pasca Plafon Ambruk Di SMPN 60

DPRD Surabaya Minta Pendataan Ulang Kelayakan Bangunan Sekolah Pasca Plafon Ambruk Di SMPN 60

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati menyampaikan sikap terkait insiden plafon ambruk.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – DPRD Kota Surabaya mendesak Dinas Pendidikan melakukan pendataan ulang dan audit kelayakan bangunan sekolah menyusul insiden ambruknya plafon ruang kelas lantai tiga SMP Negeri 60, Rabu 28 Januari 2026.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati menegaskan pencocokan kondisi fisik bangunan pascarenovasi menjadi langkah mendesak, terutama untuk memastikan standar mitigasi bencana pada bangunan sekolah.


Mini Kidi--

Menurutnya, evaluasi harus mencakup seluruh jenjang pendidikan, baik SD maupun SMP, mengingat cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda Surabaya dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami minta Dispendik mendata ulang dan mencocokkan bangunan yang sudah direnovasi, apakah sudah sesuai standar mitigasi bencana atau belum. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang,” tegas Ajeng.

BACA JUGA:Kelurahan Manukan Kulon Surabaya Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Kampung Tematik

Ajeng menambahkan, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama karena sarana dan prasarana pendidikan selalu mendapat porsi anggaran penting dalam pembahasan DPRD.

“Target renovasi dan anggaran sudah ada. Seharusnya bangunan sekolah sudah memenuhi standar mitigasi,” imbuhnya.

Ajeng juga menyoroti perlunya perluasan SOP kebencanaan di sekolah yang tidak hanya fokus pada risiko gempa, tetapi juga kebakaran dan angin kencang.

BACA JUGA:Angin Kencang dan Material Rapuh Picu Ambrolnya Plafon SMPN 60 Surabaya

Menurutnya, setiap proses renovasi bangunan sekolah harus melibatkan penilaian risiko dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain itu, ia mendorong adanya pengecekan rutin minimal tiga bulan sekali, khususnya pada struktur atap dan pondasi setelah cuaca buruk.

Terkait pembiayaan, Ajeng menyebut sekolah dapat mengoptimalkan Dana BOS maupun BOPDA untuk mendukung upaya tersebut.

BACA JUGA:Plafon SMPN 60 Surabaya Ambrol ketika Literasi, Siswa Panik Berhamburan

“Anggarannya ada, tinggal bagaimana integrasinya di lapangan. Kita pastikan anak-anak belajar dengan aman,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan belajar mengajar di SMPN 60 Surabaya sempat panik setelah plafon kelas lantai tiga runtuh di tengah pelajaran.

Sebanyak 32 siswa terdampak insiden tersebut, dengan cuaca ekstrem dan angin kencang diduga menjadi penyebab utama melemahnya struktur plafon. (alf)

Sumber:

Berita Terkait