SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan pentingnya menjaga budaya sebagai kekayaan bangsa saat meresmikan Pendopo Ke Pate Alos dan meninjau gedung eks Karesidenan Besuki di Kabupaten Situbondo, Minggu 25 Januari 2025.
Selain mengunjungi gedung eks Karesidenan Besuki yang dibangun pada 1805 dan dinilai layak dijadikan museum, Fadli Zon juga meresmikan Pendopo Ke Pate Alos yang dibangun pada 1803 dan telah direvitalisasi oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Mini Kidi--
“Budaya kita ini adalah treasure. Budaya kita ini adalah kekayaan yang harus kita jaga,” ujar Fadli Zon.
Ia menjelaskan, budaya tidak hanya mencakup seni, tetapi juga bahasa, sastra, tradisi lisan, situs, permainan tradisional, hingga pangan lokal. Menurutnya, gedung eks Karesidenan Besuki berpotensi menjadi pusat budaya dan edukasi.
BACA JUGA:Segarkan Birokrasi, Mas Rio Mutasi 26 Pejabat Eselon II Pemkab Situbondo
“Kita harapkan gedung ini menjadi satu pusat budaya, pusat edukasi, dan pusat belajar,” kata Fadli Zon.
Politisi Partai Gerindra itu juga mengapresiasi konsep revitalisasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Situbondo dan berharap langkah tersebut dapat diikuti daerah lain.
“Budaya tidak akan pernah habis selama ada manusianya. Tentu kami sangat senang kalau ada kepala daerah yang peduli pada budaya,” pungkasnya.
BACA JUGA:Atasi Banjir Rob di Pesisir Jangkar, Pemkab Situbondo Bangun Tanggul Pemecah Ombak
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengucapkan terima kasih atas kunjungan Menteri Kebudayaan RI ke Situbondo dan berharap dukungan dalam pelestarian warisan budaya daerah.
Ia juga mengapresiasi rencana restorasi gedung eks Karesidenan Besuki menjadi museum dan berjanji akan menganggarkan pemugaran bangunan-bangunan kuno guna menjadikan Besuki sebagai kawasan heritage.
BACA JUGA:Pemkab Situbondo Optimalkan DBHCHT untuk Tekan Peredaran Rokok Ilegal
“Kami tadi menangis Pak Menteri karena terharu dengan statement Pak Menteri, yang menjadikan gedung eks Karesiden Besuki bagi kami seperti menerbangkan ke langit ketujuh,” kata Mas Rio.
Ia menegaskan tidak ingin warisan leluhur hanya menjadi sampah sejarah dan berharap kunjungan tersebut menjadi awal restorasi bangunan bersejarah di Situbondo.