Garda Depan Lawan TBC, Ning Lia Perkuat Sinergi Strategis dengan RSUD Husada Prima
Lia Istifhama melakukan koordinasi dengan direksi RSUD Husada Prima Surabaya.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Tuberkulosis (TBC) masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi ketahanan kesehatan nasional. Merespons tantangan tersebut, Anggota DPD RI, Lia Istifhama, melakukan kunjungan kerja strategis ke RSUD Husada Prima Surabaya untuk memastikan kesiapan layanan paru sebagai benteng utama pemutus rantai penularan.
Kehadiran senator muda yang akrab disapa Ning Lia ini disambut hangat oleh Direktur RSUD Husada Prima, dr Eka Basuki Rachmad. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan dialog intensif mengenai transformasi layanan kesehatan yang lebih empatik dan efektif.
BACA JUGA:Intip Fasilitas Lengkap RSMM Pemprov Jatim di Surabaya, Senator Lia Sebut Rujukan Nasional

Mini Kidi--
Dalam diskusi tersebut, dr Eka menegaskan bahwa keberhasilan penanganan TBC tidak hanya bergantung pada kecanggihan alat medis, tetapi pada kedisiplinan pasien dan dukungan lingkungan.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis. Tujuannya agar pasien merasa aman dan tidak merasa terstigma. Jika pasien nyaman, mereka akan berani memeriksakan diri lebih awal dan konsisten menjalani pengobatan hingga tuntas," jelas Eka, Minggu, 25 Januari 2025.
BACA JUGA:Perjuangkan Olahraga Masyarakat di Tengah Rendahnya Kebugaran, Senator Lia Apresiasi Dispora Jatim
RSUD Husada Prima kini fokus membangun kepercayaan publik bahwa TBC dapat disembuhkan secara total asalkan terdeteksi sejak dini.
Menanggapi paparan tersebut, Ning Lia mengungkapkan keprihatinannya atas data nasional yang menunjukkan angka kasus TBC di Indonesia masih menembus angka satu juta pada tahun 2023. Menurutnya, TBC adalah ancaman nyata bagi kualitas hidup dan produktivitas bangsa.
"TBC bukan sekadar persoalan medis. Dampaknya sistemik, mulai dari sosial hingga ekonomi. Rumah sakit paru seperti Husada Prima memiliki peran vital bukan hanya sebagai tempat pengobatan, tapi sebagai pusat edukasi komunitas," ujar Ning Lia.
BACA JUGA:Senator Lia Istifhama Dukung Gerakan DEM Madura Kawal Keadilan Energi
Ia menekankan tiga pilar utama dalam pengendalian TBC. Pertama yakni, Deteksi Dini: Proaktif menjangkau masyarakat. Lalu Kepatuhan Obat: Pendampingan ketat agar pasien tidak putus obat. Dan Eradikasi Stigma: Menciptakan lingkungan suportif bagi penyintas.
Menurutnyq, kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komite III DPD RI terhadap implementasi UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ning Lia menegaskan bahwa kebijakan di tingkat pusat harus sinkron dengan realitas di lapangan.
"Pengendalian TBC butuh sinergi total. Tidak bisa dilakukan secara parsial. Kami di DPD RI memastikan agar regulasi kesehatan benar-benar berdampak nyata bagi rakyat, bukan sekadar teks di atas kertas," tuntasnya.
Sumber:
