Djokovic Tembus 400 Kemenangan Grand Slam, Raja Australian Open Tak Terbendung
Instagram resmi Australia Open memberikan selamat kepada Djokovic.-IG:australiaopen.-
MEMORANDUM.DISWAY.ID-Novak Djokovic kembali menorehkan sejarah di dunia tenis.
Pemilik 24 gelar Grand Slam itu menjadi petenis pertama yang mencatat 400 kemenangan nomor tunggal Grand Slam setelah menyingkirkan Botic van de Zandschulp dengan skor 6-3, 6-4, 7-6 (4) pada babak ketiga Australian Open, Sabtu malam.
Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang catatan Djokovic di Melbourne menjadi 102 kemenangan dan 10 kekalahan, menyamai rekor Roger Federer sebagai pemain dengan jumlah kemenangan terbanyak di Australian Open, Grand Slam pembuka musim.
Djokovic juga masih menjadi pemegang rekor gelar terbanyak di Australian Open dengan 10 trofi.
Pada usia 38 tahun, petenis asal Serbia itu datang ke Australia dengan misi besar: memburu gelar Grand Slam ke-25 yang akan mengukuhkannya sebagai petenis tersukses sepanjang sejarah.
Sepanjang pertandingan, Djokovic tampil dominan sejak awal dan nyaris tanpa hambatan berarti.
BACA JUGA:Mbappé Menggila, Vinícius Bersinar! Real Madrid Kudeta Puncak LaLiga

Mini Kidi--
Tantangan baru muncul di set ketiga ketika ia sempat terpeleset dan terjatuh pada gim ketiga, serta harus menyelamatkan dua set point di gim ke-12.
Setelah mendapat perawatan medis singkat pada telapak kaki kanan saat pergantian gim, Djokovic kembali tampil solid. Pukulan forehand winner di sepanjang garis lapangan menjadi penanda kebangkitannya pada momen krusial tersebut.
Situasi sempat memanas ketika Djokovic menghadapi set point kedua. Wasit John Blom bahkan harus beberapa kali menegur penonton agar tidak membuat kebisingan di antara servis pertama dan kedua.
Djokovic yang tampil penuh energi berhasil menyelamatkan peluang itu, disusul selebrasi unik dengan gestur menyundul bola seperti pesepak bola, sebelum akhirnya memaksakan tiebreak dan mengamankan set penentuan.
Sorakan “Nole, Nole, Nole” menggema di stadion saat Djokovic menutup pertandingan dengan servis kemenangan.
Djokovic mengaku menikmati laga malam hari, terutama di tengah penerapan kebijakan cuaca panas ekstrem turnamen. Ia juga menyinggung perbedaan kondisi dengan juara bertahan Jannik Sinner yang sempat kesulitan saat bertanding di sesi siang.
“Saya jatuh dengan cara yang masih bisa melindungi diri. Situasinya bisa saja jauh lebih buruk,” ujar Djokovic. Ia menambahkan bahwa kondisi fisiknya cukup baik pada fase awal turnamen ini, meski tetap berhati-hati setelah pengalaman cedera di tiga dari empat Grand Slam musim lalu.
Djokovic juga menyoroti persaingan generasi baru, seperti Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz, yang membagi empat gelar Grand Slam terakhir. Meski mengakui level permainan mereka sangat tinggi, Djokovic menegaskan dirinya masih berambisi bersaing dan mendorong batas kemampuan.
Sebelumnya, kemenangan atas Pedro Martinez di babak pertama membuat Djokovic menyamai dua rekor besar lainnya: tampil untuk ke-21 kalinya di Australian Open dan ke-81 kali di turnamen Grand Slam. Ia juga mencatat kemenangan ke-100 di Melbourne Park.
Catatan itu menjadikannya petenis putra pertama yang meraih 100 kemenangan atau lebih di tiga permukaan Grand Slam, yakni lapangan keras Australian Open, rumput Wimbledon (102 kemenangan), dan tanah liat Roland Garros (101 kemenangan).
Di sisi lain, Djokovic sempat meminta maaf atas insiden di set kedua ketika bola yang dipukulnya hampir mengenai kepala seorang gadis pengumpul bola di dekat net.
Ia menyadari kejadian tersebut berpotensi fatal, mengingat rekam jejaknya yang pernah didiskualifikasi di US Open 2020 akibat insiden serupa.
“Saya minta maaf atas kejadian itu. Emosi saya saat itu berlebihan. Saya beruntung dan menyesal telah membuat tidak nyaman pengumpul bola atau siapa pun,” tutup Djokovic.
Sumber:
