Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat, Sejumlah Wilayah Jawa Timur Masuk Status Waspada

Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat, Sejumlah Wilayah Jawa Timur Masuk Status Waspada

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menyampaikan peringatan potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – BMKG Juanda menyatakan sebagian besar wilayah Jawa Timur memasuki puncak musim hujan yang disertai peningkatan potensi cuaca ekstrem berisiko bencana hidrometeorologi, Jumat 23 Januari 2026.


Mini Kidi--

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan mengatakan, dalam sepuluh hari ke depan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena hujan lebat, angin kencang, hingga hujan es berpotensi terjadi dan berdampak langsung pada aktivitas warga.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Tekan Omzet Pedagang Ikan Pasar Pabean Surabaya hingga 50 Persen

“Saat ini seluruh wilayah Jawa Timur sudah berada pada musim hujan dan beberapa daerah diprakirakan memasuki puncaknya. Dalam 10 hari ke depan, potensi cuaca ekstrem diprediksi meningkat dan dapat berdampak signifikan,” ujar Taufiq.

Menurutnya, BMKG mencatat sejumlah daerah masuk kategori waspada potensi cuaca ekstrem pada periode 21–30 Januari 2026, meliputi Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Malang Raya, Kediri Raya, Blitar Raya, Mojokerto Raya, Jombang, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Madiun Raya, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, Tulungagung, Pacitan, Ponorogo, Lumajang, serta Kota Surabaya dan Kota Batu.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Jatim Dipicu Gelombang Atmosfer Low Frequency

Ia menjelaskan, peningkatan cuaca ekstrem dipicu aktifnya Monsun Asia yang diperkuat gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation dan Equatorial Rossby, serta suhu muka laut Selat Madura yang masih hangat sehingga mendukung pembentukan awan hujan.

“Suhu muka laut Selat Madura yang cukup hangat serta kondisi atmosfer lokal yang labil mendukung terbentuknya awan konvektif. Ini berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang,” jelasnya.

BACA JUGA:Antisipasi Hujan Lebat dan Bencana, Operasi Modifikasi Cuaca Jatim Diperpanjang

Sementara itu, hasil pemantauan radar menunjukkan peningkatan kecepatan angin di Jawa Timur dengan dominasi angin barat dan pola konvergensi mencapai 32 knot, yang berpotensi menyebabkan kerusakan bangunan serta pohon tumbang.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah lereng pegunungan dan bertopografi curam, meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir, banjir bandang, dan tanah longsor serta rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

BACA JUGA:Jawa Timur Masuki Puncak Musim Hujan Januari 2026 Waspadai Cuaca Ekstrem

“BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak. Potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan berlangsung selama 10 hari ke depan,” tegasnya. 

Sumber:

Berita Terkait