Soroti Banjir Bandang Situbondo, DPRD Jatim: Butuh Normalisasi Sungai
anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Yoyok Mulyadi--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Situbondo hingga merendam lima kecamatan, yakni Kendit, Bungatan, Mlandingan, Besuki, dan Banyuglugur, mendapat perhatian serius dari anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Yoyok Mulyadi. Karena itu, wakil rakyat mendesak normalisasi sungai yang menjadi kewenangan Pemprov Jatim. Termasuk juga membutuhkan pembangunan maupun penataan, seperti Sungai Kalimas, Sungai Jumain dan Sungai Selowogo.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menilai, banjir bandang terjadi akibat luapan sungai yang tidak mampu menampung tingginya intensitas curah hujan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, curah hujan di sejumlah wilayah Situbondo mencapai kisaran 100 hingga 200 milimeter, bahkan lebih di beberapa daerah. “Terutama di daerah Barat Mlandingan sampai Besuki,” kata Yoyok.
BACA JUGA:Bapak dan Anak di Situbondo Tewas Tersengat Listrik ketika Banjir Rendam Rumah

Mini Kidi--
Menurut catatan BPBD Situbondo, jumlah rumah yang terdampak banjir bandang tersebar di lima kecamatan dengan jumlah bervariasi. Kecamatan Kendit 154 rumah, Bungatan 130 rumah, Mlandingan 169 rumah, Besuki 5.431 rumah dan Banyuglugur 440 rumah. "Kondisi yang parah memang terletak di Besuki. Mereka butuh bantuan," ujar Yoyok.
Yoyok menegaskan, kesiapan dan kapasitas sungai menjadi faktor krusial dalam mengantisipasi banjir, khususnya saat musim hujan. Menurutnya, terdapat sejumlah sungai yang menjadi kewenangan Pemprov Jatim dan membutuhkan pembangunan maupun penataan, seperti Sungai Kalimas, Sungai Jumain dan Sungai Selowogo. Ia mengatakan sungai dibawah kewenangan Pemprov Jatim ini cukup memprihatinkan.
BACA JUGA:Empat Kecamatan Dilanda Banjir, Sekitar 3.000 Rumah di Pasuruan Masih Terendam
Ia menilai pembangunan dan normalisasi sungai harus dilakukan sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan tiba. "Jangan nunggu bencana terjadi baru harus bergerak. Karena ini menyangkut keselamatan banyak orang," tegasnya.
Selain itu, Yoyok juga berharap adanya bantuan tanggap darurat dari Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pasalnya, masyarakat terdampak membutuhkan logistik untuk bertahan.(day)
Sumber:
