Gejolak Relokasi Tak Goyang Stok Daging, Harga di Pasar Arimbi Surabaya Stabil

Gejolak Relokasi Tak Goyang Stok Daging, Harga di Pasar Arimbi Surabaya Stabil

Situasi aktivitas jual beli daging sapi di Pasar Daging Arimbi, Surabaya.-Arif Alfiansyah-

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Stok dan harga daging sapi di Pasar Daging Arimbi tetap stabil meski terjadi dinamika relokasi jagal di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, setelah tim RPH Surabaya melakukan pemantauan langsung, Kamis 22 Januari 2026.

BACA JUGA:Desak Pemkot Surabaya Cabut Rencana Relokasi RPH Pegirian, Jagal dan Pedagang Daging Kepung Balai Kota

Kekhawatiran masyarakat akan tersendatnya pasokan daging sapi akibat dinamika relokasi jagal di RPH Pegirian dinilai tidak berlebihan, menyusul lancarnya distribusi ke pasar-pasar tradisional.


Mini Kidi--

Salah satu pantauan dilakukan di Pasar Daging Arimbi. Tim Monitoring Daging RPH Kota Surabaya turun langsung melakukan inspeksi mendadak guna memastikan kualitas dan legalitas daging yang beredar.

BACA JUGA:Jaga Kondusivitas, Polsek Gayungan Kawal Aksi Unjuk Rasa Jagal dan Pedagang Daging di Kejati Jatim

Ketua Tim Pengawasan Daging RPH Surabaya, Bagus Aditya, menyatakan pengawasan tersebut merupakan komitmen menjaga keamanan pangan bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan daging yang beredar di Pasar Arimbi benar-benar hasil pemotongan resmi RPH Surabaya, bukan dari luar yang tidak terjamin sanitasinya. Ini krusial agar warga mendapat produk ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal,” tegas Bagus.

BACA JUGA:Dirut RPH Jamin Stok Daging di Surabaya Tetap Aman Melalui Unit Kedurus

Selain asal-usul daging, tim juga memantau pergerakan harga di tingkat pedagang. Hasilnya, harga daging sapi dan jeroan masih stabil dan konsisten dengan tren pekan sebelumnya.

Untuk daging sapi kualitas premium D1, harga berada di kisaran Rp 110.000 per kilogram, sedangkan kualitas D2 dipatok Rp 100.000 per kilogram.

BACA JUGA:Demo Jagal dan Pedagang Daging Sapi, DPRD Surabaya Fasilitasi Ruang Dialog untuk Cari Solusi

Menurut Bagus, transparansi harga penting agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

“Kondisinya normal dan sesuai kualitas produk. Kami akan memantau secara berkala agar masyarakat mendapat kepastian, baik dari sisi harga maupun keamanan konsumsi,” imbuhnya.

Sumber: