Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya, Motor Bodong Tak Bertuan Disumbangkan ke SMK
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan mengecek kendaraan di salah satu blok Bazar Rammor--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Bazar Ranmor yang digelar Polrestabes Surabaya ternyata hasil ungkap sejak Januari 2025. Motor bodong tak bertuan akan disumbangkan ke SMK.
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan mengatakan, berbagai jenis dan merek motor ada dalam Bazar Ranmor tersebut. Pemiliknya juga tak hanya warga Kota Pahlawan saja.
"Ini durasi di tahun 2025 ya. Satu tahun. Tapi kalau untuk kendaraan jenisnya itu ada yang di 2019. Macam-macam, termasuk termasuk (asal) pemiliknya," katanya, Rabu 21 Januari 2026.
BACA JUGA:Motor Pemuda Surabaya Dikembalikan Lewat Bazar Ranmor, Ditemukan di Grobogan

Mini Kidi--
Hingga kini, tercatat ada 1.050 kendaraan yang dipamerkan dalam Bazar Ranmor tersebut. Motor itu menunggu diambil oleh pemiliknya. Sebagain memang sudah ada yang diambil.
Luthfie mengungkap bahwa dari ribuan motor itu memang bukan sepenuhnya hasil sitaan dari pelaku Curanmor. Ada juga yang disita dari pelaku balap liar, yang terjaring razia petugas.
"Memang tidak semuanya itu dari Curanmor. Ada beberapa yang memang terkait dengan balapan liar. Setidaknya ada 103 unit. Itu yang ada di blok depan," lanjutnya.
BACA JUGA:Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya Hari Pertama, 1.050 Kendaraan Siap Dikembalikan ke Pemilik
Luthfie juga menyadari bahwa Bazar Ranmor ini dibuka di hari efektif yang notabene masyarakat sedang bekerja. Itu berpotensi jadi kendala dalam pengambilan unit. Sehingga, pengambilan ini tidak hanya bisa dilakukan ketika bazar saja.
"Kalau misalnya masyarakat terkendala sedang kerja dan lain-lain, nanti bisa di luar hari ini, atau mungkin di luar jam dinas. Setelah bazar ini kita tetap akan layani," lanjutnya.
Sementara apabila ada kendaraan yang tidak diambil, pihaknya akan memastikan dulu dengan mengirim surat kepada pemiliknya, sesuai dengan data yang telah dihimpun oleh Satlantas Polrestabes Surabaya berdasar nomor rangka, nomor mesin, maupun pelat nomor.
"Kita akan surati untuk yang bersangkutan agar bisa mengambil. Tetapi memang ada beberapa kendaraan yang tidak bisa teridentifikasi. Itu karena nomor rangkanya sudah tidak terbaca atau nomor mesinnya tidak terbaca," paparnya.
BACA JUGA:Dekatkan Layanan, Bhabinkamtibmas Polsek Simokerto Pasang Spanduk Bazar Motor di Pasar Tambakrejo
Sumber:
