Perkuat Sinergi Akademik dan Agraria, Kantah Jember dan FEBI UIN KHAS Teken Kerja Sama Strategis
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jember, Ghilman Afifuddin ST MSi teken Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.-Edi Winarko-
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Jember resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.
BACA JUGA:Diklat Dasar XII KSR PMI UIN KHAS Jember, Lahirkan Generasi Sukarelawan yang Siap Berkontribusi
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini menjadi langkah nyata dalam mengintegrasikan dunia praktisi pertanahan dengan sektor akademis. Rabu 21 Januari 2026.

Mini Kidi--
Hadir langsung dalam prosesi tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jember, Ghilman Afifuddin ST MSi, bersama jajaran pimpinan FEBI UIN KHAS Jember. Kerja sama ini menitikberatkan pada optimalisasi sumber daya kedua belah pihak demi mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Jember.
BACA JUGA:Peringatan Hantaru 2025, Kantor Pertanahan Jember Gelar Santunan Anak Yatim
Dalam sambutannya, Ghilman Afifuddin menyampaikan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya konkret untuk mewujudkan sinergi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Maksud dari perjanjian ini adalah untuk membangun wadah bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM). Kami membuka pintu bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat aktif dalam penelitian maupun pelatihan yang relevan dengan bidang pertanahan," ujar Ghilman.
Tujuan besar dari kesepakatan ini adalah pemanfaatan sumber daya secara optimal. Dengan menggandeng akademisi dari UIN KHAS Jember, Kantor Pertanahan berharap adanya masukan ilmiah dan inovasi yang dapat mempercepat pelayanan publik.
Di sisi lain, bagi UIN KHAS Jember, kerja sama ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu ekonomi Islam dalam konteks agraria dan administrasi negara. Hal ini diharapkan mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memahami dinamika lapangan di sektor pertanahan.
"Tujuannya jelas, kita ingin memaksimalkan potensi yang ada pada para pihak untuk mendukung percepatan pembangunan daerah melalui penguatan tridharma perguruan tinggi," pungkas Ghilman.
Dengan adanya payung hukum kerja sama ini, diharapkan dalam waktu dekat akan segera muncul program-program turunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Jember, khususnya dalam hal kepastian hukum hak atas tanah dan peningkatan ekonomi berbasis kerakyatan. (edy)
Sumber:
