Respons Penolakan Relokasi Jagal Sapi, Wali Kota Eri Tegaskan RPH Pegirian Tetap Pindah

Respons Penolakan Relokasi Jagal Sapi, Wali Kota Eri Tegaskan RPH Pegirian Tetap Pindah

Rumah Potong Hewan Pegirian, Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian tetap berjalan meski mendapat penolakan dari ratusan jagal sapi.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu memastikan pemindahan operasional RPH Pegirian ke RPH Osowilangun akan dilaksanakan sesuai jadwal pada Maret mendatang.


Mini Kidi--

Relokasi tersebut, kata Eri, bukan kebijakan mendadak, melainkan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya yang telah ditetapkan sejak 2016.

“RPH ini sudah masuk rencana pembangunan jangka menengah sejak 2016. Seharusnya berjalan pada 2019, tetapi waktu itu terkendala pandemi Covid-19,” ujar Eri, Rabu 14 Januari 2026.

BACA JUGA:Komitmen Lindungi Pekerja, Eri Cahyadi Raih Platinum Terbaik I Pembina K3 Jawa Timur

Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya menjalankan relokasi secara bertahap. Pemindahan RPH babi telah dilakukan lebih dulu, sedangkan RPH sapi dijadwalkan menyusul menempati lokasi baru di Surabaya Barat.

Targetnya, proses pemindahan dilakukan setelah Ramadan dan Idulfitri tahun ini.

Eri mengakui adanya aspirasi dari para jagal yang menginginkan RPH tetap bertahan di Pegirian. Namun, ia menegaskan kepentingan penataan kota tidak bisa ditunda.

BACA JUGA:Sapu Bersih Mafia Tanah dan Premanisme di Surabaya, Eri Cahyadi Minta Warga Berani Lapor

“Kita sudah berdiskusi dan berkomunikasi. Mereka minta jangan dipindah, tapi tidak bisa. Ini bagian dari RPJMD,” tegasnya.

Relokasi RPH Pegirian juga berkaitan dengan rencana penataan kawasan Wisata Religi Sunan Ampel yang selama ini kerap dikeluhkan akibat kemacetan dan parkir semrawut.

Pemkot Surabaya berencana menjadikan lahan eks-RPH Pegirian sebagai area parkir terintegrasi sekaligus sentra UMKM.

Dengan konsep tersebut, bus peziarah dan kendaraan pribadi tidak lagi parkir di badan jalan, melainkan terpusat di satu lokasi.

BACA JUGA:Sikat Premanisme, Eri Cahyadi Ancam Bubarkan Ormas

“Kita ingin orang berziarah nyaman dan aman. Parkirnya enak, cari makanan juga enak. Kawasan Ampel ini satu-satunya makam wali di Jawa Timur yang parkirnya kurang tertata, maka penataan ini harus berjalan,” jelas Eri.

Meski bersikap tegas, Eri memastikan pemerintah tidak lepas tangan terhadap para jagal sapi. Pemkot berkomitmen memenuhi kebutuhan fasilitas di RPH Osowilangun agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

“Mohon maaf kalau harus membatalkan relokasi, tidak. Pasti berpindah. Kalau di lokasi baru ada yang kurang, apa pun kebutuhannya akan kita penuhi,” pungkasnya.(alf)

 

Sumber:

Berita Terkait