Dua Pemuda Ngembal Dibacok Sadis di Jalan Raya Pasuruan, Pelaku Sembunyi di Kebun Tebu
Korban pembacokan saat mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat.--
PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dua pemuda asal Desa Ngembal Kecamatan Tutur menjadi korban pembacokan oleh dua orang tak dikenal saat melintas di Jalan Raya Dusun Garutan Desa Ngembal, Sabtu 10 Januari 2026 malam.
Akibat kejadian tersebut, satu korban harus dilarikan ke puskesmas setempat setelah mengalami luka robek serius di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam jenis celurit.

Mini Kidi--
Kasi Humas Polres Pasuruan AKP Hartono mengungkapkan, insiden berdarah itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Korban diketahui bernama Tora Fajar Aswad (18) dan Dika Dwi Rahman (20).
Saat kejadian, kedua korban tengah mengendarai sepeda motor menuju Desa Semut Kecamatan Purwodadi.
“Saat melintas di lokasi yang sepi, tiba-tiba muncul dua orang tidak dikenal dari balik tanaman tebu di pinggir jalan. Pelaku langsung menghadang laju motor korban sambil menghunus celurit,” ujar Hartono saat dikonfirmasi, Senin 12 Januari 2026.
Situasi sempat memanas ketika kedua korban mencoba memberikan perlawanan. Bahkan, korban sempat menantang para pelaku untuk berduel tanpa senjata.
Namun, upaya tersebut berujung petaka karena pelaku tetap menggunakan senjata tajam secara membabi buta.
“Korban sempat menantang pelaku untuk duel satu lawan satu. Namun karena pelaku menggunakan sajam, kedua korban tidak mampu mengimbangi serangan tersebut,” imbuh Hartono.
Dalam perkelahian yang tidak seimbang itu, Tora selaku pengemudi motor terkena sabetan celurit di bagian kepala. Sementara Dika berhasil selamat tanpa luka fisik, meski bajunya robek terkena sabetan senjata tajam.
BACA JUGA:Polres Pasuruan Ringkus Terduga Bandar Sabu di Purwodadi, Diduga Suami Kades Lebakrejo
Usai melukai korban, kedua pelaku langsung melarikan diri ke area kebun tebu. Warga sekitar bersama petugas piket Polsek Nongkojajar segera mengevakuasi korban ke IGD Puskesmas Sumberpitu untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, Satreskrim Polres Pasuruan masih melakukan penyelidikan terkait motif penyerangan tersebut. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa baju korban yang berlumuran darah serta memeriksa sejumlah saksi.
BACA JUGA:Polres Pasuruan Rilis Capaian Kinerja Tahun 2025, Data Kecelakaan Lalu Lintas Naik
“Identitas pelaku masih dalam penyelidikan. Kami masih memburu kedua pelaku dan mendalami motif penyerangan ini, apakah murni penganiayaan atau ada unsur dendam,” pungkasnya. (kd/mh)
Sumber:
