Kasus ODGJ Terpasung di Jatim Tembus 2.815, Kabupaten Ngawi Paling Tinggi
Pembebasan ODGJ pasung yang dilakukan Dinas Sosial Provinsi Jatim.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kabupaten Ngawi tercatat sebagai daerah dengan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) korban pasung tertinggi di Jawa Timur tahun 2025. Data Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencatat, dari total 2.815 kasus ODGJ korban pasung di 38 kabupaten/kota, sebanyak 235 kasus berada di Kabupaten Ngawi.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menyebut tingginya angka pasung di sejumlah daerah menunjukkan masih kuatnya persoalan sosial, ekonomi, serta stigma di tengah masyarakat terhadap ODGJ.
BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas Layanan Sosial, Dinsos Jatim Serahkan SK PPPK Paruh Waktu

Mini Kidi--
"Pasung ini tidak hanya soal kesehatan, tapi juga soal kemiskinan, ketakutan keluarga, dan stigma yang belum sepenuhnya hilang," kata Novi, saat dikonfirmasi Memorandum, Senin 12 Januari 2026.
Selain Ngawi, daerah dengan jumlah kasus ODGJ korban pasung tinggi lainnya adalah Kabupaten Probolinggo dengan 201 kasus, disusul Kabupaten Jember sebanyak 190 kasus. Menyusul, ada Trenggalek dan Lamongan masing-masing mencatat 166 kasus, serta Ponorogo sebanyak 153 kasus.
BACA JUGA:Perkuat Pelayanan Sosial, 57 Pejabat Struktural Dinsos Jatim Resmi Sertijab
Dari total 2.815 kasus tersebut, 1.611 ODGJ telah berhasil dibebaskan dari pasung, 622 orang masih menjalani perawatan, 252 orang masih dalam kondisi terpasung, dan 330 orang dilaporkan meninggal dunia.
Untuk kategori ODGJ yang masih terpasung, angka tertinggi tercatat di Kabupaten Probolinggo dengan 19 orang, diikuti Pamekasan (18 orang), Bangkalan (16 orang), serta Lumajang dan Sumenep masing-masing 15 orang.
Novi menjelaskan, pembebasan pasung bukan akhir dari penanganan. Banyak kasus repasung terjadi setelah ODGJ dipulangkan ke keluarga karena kurangnya kontrol rutin ke fasilitas kesehatan, tidak disiplin minum obat, hingga masih kuatnya stigma bahwa ODGJ berbahaya.
BACA JUGA:JSC Tim Respon Kasus Dinsos Jatim Terkait Penanganan Pasien Pasca Rawat Inap RS Haji Surabaya
"Ketika sudah bebas pasung dan kondisinya terkendali, mereka dikembalikan ke keluarga. Tapi kalau keluarga dan lingkungan masih menganggapnya berbahaya, risiko dipasung kembali itu besar," tutur perempuan yang pernah menjabat sebagai PJ Wali Kota Surabaya itu.
Pemprov Jatim melalui UPT Bina Laras di Kediri dan Pasuruan terus memperkuat layanan rehabilitasi. Kedua balai tersebut saat ini menampung ratusan ODGJ dan bahkan mengalami kelebihan kapasitas, seiring masih tingginya kebutuhan penanganan.
Meski demikian, Novi mengapresiasi sejumlah daerah yang berhasil menekan kasus pasung hingga nol kasus, seperti Kota Surabaya, Kota Batu, Kota Mojokerto, Kota Madiun, dan Kabupaten Mojokerto.
Sumber:
