Mengenal TheoTown, Game Simulasi Klasik yang Kembali Viral Berkat Kreativitas Netizen

Mengenal TheoTown, Game Simulasi Klasik yang Kembali Viral Berkat Kreativitas Netizen

TheoTown--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Di tengah maraknya game simulasi modern dengan visual realistis, sebuah game klasik justru mencuri perhatian warganet. TheoTown, Gim simulasi bertema pembangunan kota ini kembali mencuat di jagat maya berkat kreativitas luar biasa dari penggunanya. Dari tata kota unik hingga replika wilayah nyata, game ini hidup sebagai ruang ekspresi digital yang diminati generasi muda.


Mini Kidi--

TheoTown sendiri bukan nama baru di dunia gim simulasi. Dirilis pertama kali pada 2015, gim ini kerap disebut sebagai penerus konsep gim simulasi klasik yang populer di era 1990-an hingga awal 2000-an, seperti seri SimCity. Dengan tampilan grafis pixel sederhana dari sudut pandang isometrik, TheoTown menawarkan pengalaman membangun kota yang fokus pada manajemen, perencanaan, dan kreativitas, alih-alih visual mewah.

BACA JUGA:Mirama Games Land Cara Seru Mercure Surabaya Grand Mirama Sambut Tahun Baru 2026

Tampilan yang minimalis ini nyatanya menjadi magnet utama bagi para pemain. Di sini, pemain berperan aktif dalam mengatur regulasi tata ruang, yang meliputi zonasi perumahan, pusat industri, jaringan mobilitas, hingga aksesibilitas layanan kesehatan dan keamanan. Dampak dari setiap pilihan manajemen sangatlah krusial bagi dinamika kota dan kemakmuran populasi di dalamnya.

Belakangan ini, TheoTown kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Banyak warganet memamerkan hasil rancangan kota mereka, mulai dari konsep futuristik dan minimalis, hingga replika wilayah yang menyerupai kota-kota besar di Indonesia maupun mancanegara. Banyak pemain TheoTown yang memainkan gim ini dengan pendekatan roleplay. Mereka berperan seolah-olah menjadi pemimpin kota atau bahkan kepala negara fiktif, terlepas dari latar belakang negara asal mereka di dunia nyata.

BACA JUGA:Lebih dari Sekadar Permainan, Fenomena Roblox di Tengah Gaya Hidup Gen Z

Menariknya, skenario roleplay yang dijalankan kerap bernuansa parodi dan satire. Mulai dari membangun kawasan usaha kuliner yang berujung aksi protes warga, kawasan industri yang tiba-tiba dilanda kebakaran meski fasilitas pemadam tersedia, hingga program dapur makan gratis yang justru berakhir kacau.

Antusiasme luar biasa ini bahkan menarik perhatian langsung dari sang pengembang. Melalui akun resmi Facebook mereka, pengembang TheoTown memberikan apresiasi serta merespons hasil kreativitas para pemain dari Indonesia. Hal ini semakin mempererat hubungan antara pencipta gim dan komunitasnya.

BACA JUGA:Kilau Pop Art 80-an, MYZE Hotel Sumenep Sukses Tutup 2025 dengan Kemeriahan Spektakuler

Pada akhirnya, fenomena TheoTown adalah contoh bagaimana gim klasik dapat menemukan kembali tempatnya di era digital. Bukan karena grafis canggih atau fitur kompetitif, melainkan karena kemampuannya menjadi ruang yang memberi kebebasan untuk berkreasi bagi penggunanya. Di tangan netizen, TheoTown bukan lagi sekadar gim simulasi kota, melainkan kanvas digital untuk menuangkan ide dan imajinasi.

Sumber: