Peringati Hari K3 Nasional, Jatim Perkuat Pengawasan dan Edukasi Keselamatan Kerja
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Sigit Priyanto. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus optimalkan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di berbagai sektor usaha dalam peringatan Hari K3 Nasional. Hal ini sebagai bentuk menekan angka kecelakaan Kerja dan memperkuat budaya Kerja aman di perusahaan.

Mini Kidi--
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Sigit Priyanto, menyebutkan Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang konsisten menggaungkan K3.
Menurutnya, setiap tahun, Pemprov Jatim memberikan penghargaan kepada daerah dan perusahaan yang berhasil menerapkan K3 dengan baik, termasuk penghargaan Zero Accident.
BACA JUGA:Diperingati Setiap 12 Januari, Ini Sejarah Bulan K3 Nasional yang Dimulai Sejak 1984
Bahkan pada 2025, Jawa Timur memberikan penghargaan Zero Accident kepada 354 perusahaan, SMK3 kepada 154 perusahaan, Program Pencegahan HIV/AIDS kepada 104 perusahaan, serta Program Pencegahan TB kepada 96 perusahaan.
Selain itu, Jawa Timur juga tercatat meraih penghargaan Pembina K3 Terbaik Nasional selama lima tahun berturut-turut.
Meski penerapan K3 dinilai sudah cukup baik secara sistem dan budaya, Sigit mengakui tantangan masih besar, terutama dalam menekan angka kecelakaan kerja. Karena itu, Disnakertrans Jatim terus memperkuat pengawasan dan pembinaan.
BACA JUGA:Kasus Kecelakaan Kerja di Jawa Timur Capai 43.824 Sepanjang 2025, Tantangan K3 Masih Tinggi
Upaya tersebut dilakukan melalui digitalisasi layanan K3, seperti Aplikasi SIMPEL K3 dan sistem Jatim Online Single Submission (JOSS), penguatan layanan pengujian dan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja melalui UPT Keselamatan Kerja, serta edukasi dan pelatihan K3 bagi perusahaan dan pekerja.
"Penguatan sistem, pengawasan, dan edukasi menjadi kunci agar penerapan K3 benar-benar berjalan efektif di tempat kerja," pungkas Sigit. (Ain)
Sumber:
