Diperingati Setiap 12 Januari, Ini Sejarah Bulan K3 Nasional yang Dimulai Sejak 1984
Ilustrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan tanggungjawab bersama (Sumber: Pixabay/Borko Manigoda)--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY - Setiap tanggal 12 Januari hingga 12 Februari, Indonesia memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengingat kembali sejarah panjang kampanye Keselamatan Kerja yang telah dimulai sejak 1984.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, Sigit Priyanto, menjelaskan bahwa Bulan K3 Nasional lahir dari keprihatinan pemerintah terhadap tingginya angka kecelakaan kerja dan rendahnya kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan di tempat kerja.
BACA JUGA:Kasus Kecelakaan Kerja di Jawa Timur Capai 43.824 Sepanjang 2025, Tantangan K3 Masih Tinggi

Mini Kidi--
Menurut Sigit, dengan peringatan ini, sekaligus menegaskan bahwa K3 adalah budaya kerja yang harus dijaga bersama.
"Awalnya, pemerintah mencanangkan Kampanye Nasional K3 melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep.13/MEN/1984. Kampanye ini dilakukan selama satu bulan penuh setiap tahun untuk memasyarakatkan K3 di berbagai sektor," ujar Sigit, Senin, 12 Januari 2026
Seiring waktu, pendekatan kampanye tersebut terus berkembang. Pada 1993 hingga 2008, kampanye ini bertransformasi menjadi Gerakan Nasional Membudayakan K3, yang kemudian dikenal luas sebagai Bulan K3 Nasional.
BACA JUGA:Proyek Rp 3,8 Miliar Puskesmas Sukodadi Lamongan Abaikan K3, Pekerja Tanpa APD Jadi Sorotan
Perubahan strategi kembali dilakukan pada 2009 melalui peluncuran Gerakan Efektif Masyarakat Membudayakan K3 (GEMA DAYA K3) yang dicanangkan bersamaan dengan dimulainya Bulan K3 Nasional pada 12 Januari.
Menurut Sigit, sejarah panjang Bulan K3 Nasional menunjukkan bahwa isu keselamatan kerja bukan sekadar program seremonial.
"Kecelakaan kerja tidak hanya menimbulkan kerugian moril dan materiil, tapi juga berdampak pada produktivitas, kesejahteraan masyarakat, bahkan Indeks Pembangunan Manusia," terang Sigit.
BACA JUGA:Bangun Budaya K3, Pelindo Bekali TKBM Pelabuhan Kalianget
Karena itu, tujuan Bulan K3 Nasional tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga memastikan perlindungan K3 diterapkan di semua sektor, termasuk pada pola kerja baru yang muncul di era ekonomi digital. Serta melalui peringatan ini juga mendorong lahirnya SDM K3 yang unggul dan berdaya saing.
Tak hanya itu, Sigit menegaskan, pelaksanaan K3 bukan semata tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga seluruh lapisan masyarakat turut berperan aktif, demi mewujudkan target kecelakaan nihil dan meningkatkan produktivitas nasional secara berkelanjutan.
Sumber:
