SEA Games 2025 Jadi Pijakan, Fadil Imran Bidik Olimpiade 2028
Ketua PBSI Pusat Fadil Imran didampingi Ketua PBSI Jatim Tonny Wahyudi dan Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil usai Musprov PBSI Jatim.--
MEMORANDUM.DISWAY.ID-Prestasi bulu tangkis Indonesia di SEA Games 2025 bukan titik akhir.
Itu baru pijakan awal. PBSI menegaskan, capaian juara umum dengan total 10 medali, termasuk tiga emas adalah bagian dari peta jalan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Indonesia tampil dominan di SEA Games 2025. Semua nomor menyumbang medali. Hasil ini dinilai sebagai sinyal positif awal siklus pembinaan jangka panjang.
Ketua Umum PP PBSI, M. Fadil Imran, menyebut pencapaian tersebut sebagai milestone penting. Bukan untuk dirayakan berlebihan, melainkan untuk melangkah lebih jauh.
“Ini langkah awal. Kita menuju Olimpiade,” ujar Fadil Imran di Surabaya, Minggu (11/1/2026).
Menurut Fadil, agenda besar sudah menanti. Dalam waktu dekat, fokus pembinaan akan diarahkan pada persiapan Asian Games di Jepang, sebelum masuk fase krusial menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Namun, ia mengingatkan satu hal penting: evaluasi.
PBSI, kata Fadil, tidak boleh terjebak euforia. Setiap hasil harus dibedah. Setiap kekurangan harus diperbaiki.
“Kita tidak boleh berpuas diri. Target utama kita adalah Olimpiade Los Angeles 2028,” tegasnya.
Dalam konteks prestasi nasional, Fadil menyoroti peran besar Jawa Timur. Banyak atlet Pelatnas berasal dari daerah ini. Mereka tumbuh dari klub-klub lokal, dari pembinaan akar rumput.
BACA JUGA:Musprov PBSI Jatim: Tonny Wahyudi Kembali Terpilih, Fokus Emas PON 2028
BACA JUGA:Musprov PBSI Jatim Sukses Digelar, Targetkan Prestasi dan Peningkatan Kualitas Atlet

Mini Kidi--
“Di Pelatnas, banyak atlet dari Jawa Timur. Mereka memulai dari daerah, dari klub,” ujarnya.
Hal itu menegaskan posisi strategis Jawa Timur dalam ekosistem bulu tangkis nasional. Fadil berharap, sistem pembinaan ke depan mampu melahirkan kembali legenda-legenda besar Indonesia.
Ia menyebut nama-nama seperti Rudi Hartono, Alan Budikusuma, Sony Dwi Kuncoro, hingga Minarti Timur sebagai standar prestasi yang harus dihidupkan kembali.
Sejalan dengan itu, PP PBSI menunjuk Jawa Timur sebagai lokasi Pusat Latihan Wilayah (Puslatwil) Indonesia Timur. Penunjukan tersebut bukan tanpa alasan.
“Kami tidak asal menunjuk. Semua melalui asesmen,” kata Fadil.
Penilaian mencakup fasilitas GOR, asrama atlet, hingga sarana kebugaran. Jawa Timur dinilai paling siap menopang pembinaan berjenjang menuju level dunia.
Fokus besar PBSI kini jelas. SEA Games hanyalah batu loncatan. Asian Games menjadi ujian berikutnya. Dan puncaknya: Olimpiade Los Angeles 2028.
Semua hasil hari ini, menurut Fadil Imran, harus bermuara ke sana.
Sumber:
