RS KOPRI Pura Raharja Mulai Berbenah, Audit dan Manajemen Baru Jadi Prioritas

RS KOPRI Pura Raharja Mulai Berbenah, Audit dan Manajemen Baru Jadi Prioritas

Pemprov Jawa Timur mengadakan tasyakuran RS KOPRI Pura Raharja--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memulai pembenahan menyeluruh RS KORPRI Jawa Timur Pura Raharja usai meredanya konflik internal pengelolaan rumah sakit tersebut. 

Langkah ini dilakukan melalui penegasan status kepemilikan, penunjukan manajemen baru, serta pelaksanaan audit bertahap sebagai fondasi perbaikan tata kelola.

BACA JUGA:DPRD Jatim Akan Temui Imam Utomo dan Soekarwo Terkait Polemik RS Pura Raharja


Mini Kidi--

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan penguatan komitmen bersama untuk membangun kembali rumah sakit agar dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.

Karena itu, Pemprov Jatim memastikan proses pembenahan dimulai dari audit menyeluruh, mulai aspek bangunan, peralatan medis, hingga keuangan.

BACA JUGA:Wujudkan Pendidikan Inklusif, Pemprov Jatim Kucurkan Rp130 Miliar untuk Revitalisasi SLB

"Audit ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan rumah sakit ini dikelola dengan standar yang benar dan bertanggung jawab," kata Khofifah, Minggu, 11 Januari 2026.

Ia menegaskan, RS Pura Raharja memiliki nilai historis yang kuat karena didirikan dari iuran dan semangat pengabdian anggota KORPRI Jawa Timur. 

"Keberlanjutan rumah sakit harus dijaga agar tetap memberi manfaat luas bagi masyarakat," pungkasnya. 

BACA JUGA:Akselerasi Kualitas SDM, Pemprov Jatim Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri

Selain itu, pembenahan tersebut mendapat penegasan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, yang menyebut langkah awal dilakukan dengan meluruskan kembali status rumah sakit pascadinamika internal yang sempat terjadi.

"Pertama, kita memulai dengan syukuran karena pada akhirnya kita bisa menunjukkan kembali status Rumah Sakit Pura Raja. Kita sudah melakukan audit, menunjuk CEO dan direktur yang baru," tutur Adhy.

Menurut Adhy, proses audit dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Tahap awal difokuskan pada audit bangunan, dilanjutkan dengan audit peralatan medis dan ruangan, sebelum masuk ke tahap pengembangan.

Sumber:

Berita Terkait