SPPG Simorejo Diresmikan, Ribuan Pelajar di Sukomanunggal Siap-siap Terima Manfaat
Peresmian dapur bergizi di wilayah Sukomanunggal ditandai dengan pemotongan pita. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Harapan masyarakat di kawasan Surabaya Barat, khususnya Kecamatan Sukomanunggal, untuk merasakan langsung manfaat program unggulan pemerintah yakni makan bergizi gratis (MBG) akhirnya terwujud.
Pada Minggu 11 Januari 2026, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Simomulyo Simorejo di bawah naungan Badan Gizi Nasional secara resmi diluncurkan.
BACA JUGA:Usai Libur Nataru, SPPG Naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Magetan Kembali Beroperasi

Mini Kidi--
Bertempat di Jalan Simorejo VII nomor 27, peresmian dan pembukaan ini menandai langkah nyata dalam mewujudkan program MBG yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.
Acara yang dikemas dalam bentuk tasyakuran tersebut berlangsung khidmat, dihadiri oleh tokoh masyarakat, Ketua RT, warga dan perwakilan pemerintah setempat, hingga anak-anak yatim di wilayah sekitar.
BACA JUGA:SPPG Ke-14 Kota Pasuruan, Wali Kota Sebut Masuk Kategori Grade A
Gema lagu Indonesia Raya menandai dimulainya acara. Ketua Yayasan Bakti Desa Nusantara, M. T. Junaedy, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran SPPG ini merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat akan asupan gizi yang berkualitas.
"Ini adalah pelayanan dan program yang sudah sangat ditunggu-tunggu oleh warga. Ini program unggulan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan makanan bergizi secara merata," ujar Junaedy usai peresmian.
Ia menambahkan, kehadiran dapur produksi ini tidak hanya sekadar soal membagikan makanan bergizi. Ada efek domino atau multiplier effect yang diharapkan mampu menggerakkan sendi-sendi ekonomi bagi masyarakat sekitar.
BACA JUGA:SPPG Polres Kediri Kota Resmi Dioperasikan, Dukung Program Nasional BMBG
Menurutnya, suatu kebanggan baginya bisa memberikan pelayanan lewat program ini. Dia menilai program MBG ini dapat respons positif dari masyarakat, khususnya para siswa dan wali murid.
"Dengan adanya dapur MBG, kita harapkan bisa menyerap tenaga kerja lokal dan menghidupkan ekonomi di sekitar sini. Kami berterima kasih kepada semua pihak, relawan, dan tim yang telah bersinergi. Termasuk peran serta pastisipasi masyarakat setempat atas dukungannya terhadap program ini supaya berjalan dengan baik dan memberikan manfaat positif," imbuhnya.
Sisi emosional dari program ini diungkapkan oleh Owner Yayasan Bakti Desa Nusantara, Hj. Indah Wijaya. Baginya, mendirikan dapur gizi adalah soal pengabdian.
Sumber:
