Menyusuri Jejak Kampung Kerupuk Sukolilo Baru, Eksis Sejak Era 90-an

Menyusuri Jejak Kampung Kerupuk Sukolilo Baru, Eksis Sejak Era 90-an

Salah satu pengusaha melakukan pengeringan kerupuk di depan halaman rumah.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kawasan Pantai Utara SURABAYA memberikan sejuta manfaat untuk masyarakat yang tinggal di RW 2 Kelurahan Sukolilo Baru, salah satunya hasil laut yang melimpah.

Pemanfaatan hasil laut secara turun temurun yang diolah menjadi kerupuk menjadikan wilayah RW 2 dikenal sebagai kampung Kerupuk.

BACA JUGA:Kampung Wisata Ekoriparian Geblak Jambangan, Berawal dari Kumuh Menjadi Kampung Percontohan


Mini Kidi--

Hanafi, Ketua RW setempat menceritakan, pemanfaatan hasil laut telah dilakukan sejak puluhan tahun lalu oleh pendahulu mereka yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

"Dulu nenek moyang kita sudah produksi. Rata-rata satu kampung memang mengolah kerupuk terung, teripang, udang dan lorjuk," ujarnya.

BACA JUGA:Mengenal Lebih Dekat Sejarah Kampung Lontong Surabaya

Masyarakat pesisir memulai berjualan di pinggir jalan pada awal tahun 1990-an. Lokasi yang strategis membuat mereka memutuskan membuka toko kerupuk.

Hingga kini tercatat ada sekitar 50 toko yang berjejer di pinggir jalan, belum termasuk pedagang yang berada di dalam area Kenpark.

Hanafi menjelaskan proses pembuatan kerupuk dari hasil laut tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang terutama teripang dan terung.

BACA JUGA:Lestarikan Budaya Suroboyoan, Kampung Parikan Morokrembangan Jadi Ikon Budaya Lokal

"Bahan baku diambil langsung dari  laut, dibersihkan, lalu diproses secara manual, prosesnya lama, bisa hampir tiga minggu sampai jadi kerupuk. Itu pun kalau cuaca panas mendukung," jelas Hanafi.

Meski penjualan offline tetap menjadi andalan, pengusaha kerupuk mulai berinovasi dengan memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk buatannya.

"Waktu Covid-19 kemarin orang tidak berani datang ke toko, akhirnya banyak yang pesan online lewat TikTok. Sampai sekarang banyak yang lewat online," tambahnya.

Sumber: