Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Polsek Sawahan Gelar Jumat Curhat di Banyu Urip
Kegiatan Jumat Curha kali ini dilaksanakan di Aula Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Polsek Sawahan Polrestabes Surabaya kembali menggelar kegiatan rutin Jumat Curhat sebagai upaya menyerap aspirasi sekaligus menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kegiatan kali ini dilaksanakan di Aula Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Jumat 9 Januari 2026.
Dipimpin langsung oleh Kapolsek Sawahan, Kompol Kiki Tyas Titisari, S.I.K., kegiatan ini menjadi wadah dialogis antara kepolisian, TNI, perangkat kelurahan, dan warga setempat.
BACA JUGA:Polsek Sawahan Intensifkan Patroli Pemukiman di Jalan Tangkuban Perahu, Tekankan Layanan Hotline 110
Fokus utama dalam pertemuan ini adalah antisipasi tindak kriminalitas 3C (Curat, Curas, Curanmor) serta penanganan kenakalan remaja.
Dalam sesi tanya jawab, warga menyampaikan kekhawatiran terkait maraknya tawuran antar kelompok remaja.
Menanggapi hal tersebut, pihak Bhabinkamtibmas menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberlakukan jam malam dan memantau aktivitas digital anak melalui ponsel.
Selain itu, menjawab pertanyaan warga mengenai pengurusan surat kehilangan, ditegaskan bahwa layanan SPKT Polsek Sawahan tersedia 24 jam gratis tanpa dipungut biaya, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu jam kerja untuk melapor.
BACA JUGA:Jaga Kondusifitas Wilayah, Polsek Sawahan Intensifkan Patroli di Titik Rawan
Kompol Kiki Tyas Titisari, S.I.K. menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Curhat ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting dalam menciptakan keamanan berbasis masyarakat (Pam Swakarsa).
"Kami hadir di tengah warga Banyu Urip untuk memastikan bahwa komunikasi antara polisi dan masyarakat tidak terputus. Masalah keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengimbau warga untuk lebih waspada, terutama terhadap pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Gunakan kunci ganda dan manfaatkan layanan Call Center 110 jika melihat hal mencurigakan," ujarnya.
"Terkait isu tawuran, kami meminta kerja sama para orang tua. Pengawasan di level keluarga adalah benteng pertama agar anak-anak kita tidak terjerumus ke dalam lingkaran pergaulan negatif atau geng motor, "pungkasnya.(mtr)
Sumber:
