Puluhan Siswa TK Belajar Tanggap Bencana di BPBD Jatim

Puluhan Siswa TK Belajar Tanggap Bencana di BPBD Jatim

Siswa Taman Kanak-Kanak (TK) mengunjungi Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Puluhan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Desa Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, mengunjungi Taman Edukasi Bencana BPBD Jawa Timur untuk belajar mengenal dan menghadapi bencana sejak usia dini.

Sebanyak 32 siswa TK A dan TK B, didampingi tiga guru, mengikuti pembelajaran kebencanaan yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Anak-anak diperkenalkan pada berbagai jenis bencana, peralatan, serta logistik kebencanaan di Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina).

BACA JUGA:BPBD Jatim Siapkan 40 Tandon Air untuk Atasi Kekeringan di Pasuruan


Mini Kidi--

Tak hanya mendengar penjelasan, para siswa juga diajak merasakan langsung simulasi gempa bumi melalui simulator gempa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Pojok Baca Tangguh DWP BPBD Jatim dan Mini Zoo BPBD Jatim yang membuat suasana belajar semakin menarik.

Guru pendamping TK DWP Desa Waru, Suwarti, mengaku senang dengan kegiatan tersebut karena anak-anak bisa belajar langsung dari pengalaman. Menurutnya, simulasi gempa membuat siswa lebih mudah memahami apa itu bencana.

BACA JUGA:Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan BPBD Jatim Waspada Bencana Jelang Akhir Tahun

"Kami berterima kasih kepada BPBD Jatim yang selalu menerima kunjungan siswa kami. Kunjungan ini juga bukan yang pertama bagi sekolah kami," kata Suwarti, pada Kamis 8 Januari 2026.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, mengatakan pihaknya menyambut baik kunjungan perdana siswa TK di awal tahun 2026.

Anak-anak, menurut Kiki, merupakan kelompok rentan saat terjadi bencana sehingga perlu dikenalkan kesiapsiagaan sejak dini.

BACA JUGA:Tanggap Bencana, BRI Salurkan Bantuan Untuk Percepat Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Sumut-Sumbar

"Kami terus berupaya melakukan perbaikan agar materi kebencanaan mudah dipahami dan diingat anak-anak," ungkapnya. 

Sebagai informasi, BPBD Jatim mencatat, sepanjang Januari 2026 sudah ada 12 lembaga yang mendaftar kunjungan edukasi bencana dengan total 534 pengunjung.(ain)

Sumber: