Bernardo Tavares Adaptasi Kultur di Persebaya, Tahun Ini Enggan Targetkan Juara

Bernardo Tavares Adaptasi Kultur di Persebaya, Tahun Ini Enggan Targetkan Juara

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Bernardo Tavares mulai mencoba beradaptasi dengan kultur sepakbola Surabaya. Keputusannya untuk melatih Persebaya Surabaya pada musim kedua mengharuskannya untuk cepat beradaptasi.

Sebelum menginjakkan kaki di Surabaya, Bernardo Tavares pernah melatih salah satu klub Indonesia yakni PSM Makassar selama 3 tahun.

BACA JUGA:Dua Pemain Asing Diprediksi Perkuat Persebaya di Putaran Kedua Super League


Mini Kidi--

Perbedaan lingkungan, budaya maupun suporter nampak jelas antara kota Makassar dan Surabaya, basis suporter Persebaya yang dikenal dengan sebutan Bonek Bonita akan menunggu perubahan baru dari Bernardo Tavares di Persebaya.

Bernardo Tavares memilih untuk bersikap realistis dalam memulai perjalanannya bersama Persebaya. Alih-alih menjanjikan gelar juara di musim ini, ia fokus memahami tim secara mendalam.

BACA JUGA:Bernardo Tavares Tiba di Surabaya, Segera Ambil Alih Kursi Pelatih Kepala Persebaya

"Saat ini, kita perlu mengenal rumah kita sendiri terlebih dahulu. Akademi kita, pemain muda kita, dan skuat tim utama. Saya sudah menganalisis dan menonton banyak pertandingan," ujar Bernardo Tavares.

Melihat posisi klasemen dan persaingan ketat di liga, Tavares enggan memberikan janji muluk-muluk kepada para pendukung. Ia lebih memilih untuk mengajak seluruh elemen tim bekerja keras di lapangan daripada berbicara soal target juara di awal masa tugasnya.

"Kita juga harus rendah hati melihat posisi kita saat ini. Ada tim-tim lain yang sudah mengantongi 37, 36, atau 35 poin. Sangat sulit untuk sesumbar mengatakan saya akan ke sana untuk menjadi juara. Jika saya mengatakannya sekarang, kalian akan menganggap saya bodoh," tegasnya.

BACA JUGA:Dua Kartu Merah Warnai Derbi Suramadu, Gol Bruno Moreira Antar Persebaya Kalahkan Madura United

Ia menambahkan bahwa fokus utamanya saat ini adalah kolaborasi tim dan memaksimalkan pemain yang tersedia selagi menunggu waktu transfer pemain putaran kedua.

"Jadi yang perlu kita katakan adalah mari bekerja sama. Mari kita lihat apa yang kita punya," pungkasnya.(yat)

Sumber: