Surabaya Dikepung Banjir, Dukuh Kupang dan Jajar Tunggal Terendam Air

Surabaya Dikepung Banjir, Dukuh Kupang dan Jajar Tunggal Terendam Air

Banjir menggenangi Jalan Jajar Tunggal kawasan Gunungsari Surabaya akibat hujan deras.-Arif Alfiansyah-

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Hujan deras berintensitas tinggi mengakibatkan banjir di sejumlah titik Kota Pahlawan, termasuk Dukuh Kupang dan Jajar Tunggal, sehingga mobilitas warga terganggu dan banyak kendaraan mogok, Minggu 4 Januari 2026.

BACA JUGA:DPRD Surabaya Soroti 3 Faktor Krusial Penanganan Banjir: Sampah, Bangli, dan Konektivitas Saluran

Pantauan di kawasan Dukuh Kupang, tepatnya di sekitar Kantor Kelurahan Putat Jaya, air mulai naik sejak pukul 18.32 WIB. Jalan yang biasanya padat mendadak melambat karena pengendara harus ekstra waspada melintasi genangan yang menutup permukaan aspal.


Mini Kidi--

Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat untuk mempercepat surutnya air. Dua unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dikerahkan ke lokasi guna melakukan penyedotan genangan.

BACA JUGA:Banjir Tambak Mayor Dipicu Tak Adanya Outlet Pembuangan Air

Amin, salah satu warga setempat, mengatakan luapan air ke jalan kerap terjadi setiap hujan lebat turun dengan durasi cukup lama.

"Sudah berulang kali seperti ini. Kalau hujan sudah lebih dari satu jam, air pasti naik," keluhnya.

BACA JUGA:Diguyur Hujan Lebat, Kawasan Asemrowo Surabaya Terendam Banjir

Sementara itu, kondisi lebih memprihatinkan terlihat di Jalan Jajar Tunggal Timur III. Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai setengah lutut orang dewasa dengan arus cukup kuat sehingga kawasan nyaris lumpuh total bagi kendaraan.

Melihat kondisi yang membahayakan, petugas yang bersiaga di sisi barat jalan melakukan penyekatan dan mengimbau pengguna jalan untuk tidak melintas guna menghindari risiko mesin mati maupun kecelakaan.

BACA JUGA:Proyek Saluran Air dan Jalan Jadi Harapan Baru Warga Atasi Banjir

"Lebih baik putar balik saja, Mas. Di depan air makin tinggi, rawan mogok," ujar salah satu petugas kepada pengendara motor.

Meski telah diperingatkan, sejumlah pengendara roda dua tetap nekat menerobos genangan. Akibatnya, motor mogok menjadi pemandangan umum di sepanjang jalan.

Sumber:

Berita Terkait