Tutup Tahun 2025, PT MNJ Diganjar Penghargaan Lingkungan oleh Pemprov Jatim

Tutup Tahun 2025, PT MNJ Diganjar Penghargaan Lingkungan oleh Pemprov Jatim

Pemprov Jatim memberikan penghargaan kepada masyarakat dan sektor swasta.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur resmi menutup rangkaian program lingkungan hidup tahun 2025 dengan penuh khidmat.

Bertempat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan bagi para pejuang lingkungan sekaligus meresmikan Masjid Nurul Hayat milik DLH Jatim.

BACA JUGA:Lingkungan Dijaga Masa Depan Disiapkan Magetan Perkuat Inovasi Tingkatkan IKLH


Mini Kidi--

Agenda ini bukan sekadar seremoni penutup tahun, melainkan momentum evaluasi dan apresiasi atas sinergi kolektif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menjaga ekosistem Jatim tetap lestari.

Salah satu sorotan dalam acara tersebut adalah pemberian penghargaan kepada PT Metatu Nusantara Jaya (PT MNJ). Perusahaan pengelola limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ini dinilai konsisten dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui pengelolaan limbah yang aman, patuh regulasi, dan berkelanjutan.

BACA JUGA:Pohon Natal dari Botol Bekas Hiasi Gereja Kepanjen, Simbol Kesederhanaan dan Peduli Lingkungan

Hasan Aola, Manager Personalia dan Lingkungan HSE PT MNJ, menegaskan bahwa kemitraan dengan DLH Jatim merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan.

“DLH Jawa Timur adalah mitra strategis kami. Sinergi ini adalah kunci agar pengelolaan limbah B3 berjalan sesuai standar keselamatan dan prinsip perlindungan lingkungan," ujar Hasan, Selasa, 30 Desember 2025.

Ia menambahkan, kontribusi PT MNJ tidak hanya berhenti pada teknis industri, tetapi juga merambah pada aspek sosial melalui program CSR yang menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasional.

BACA JUGA:Jatimers Run To Care Dorong Partisipasi Masyarakat untuk Pelestarian Lingkungan

“Kami ingin kehadiran perusahaan memberikan dampak nyata bagi semua pihak," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PSLB3 DLH Jatim, Subarja, menjelaskan bahwa penghargaan tahun ini mencakup berbagai spektrum, mulai dari dunia usaha hingga penguatan basis masyarakat melalui program Desa atau Kelurahan Bersih dan Lestari (Berseri).

Pencapaian program Berseri pada tahun 2025 tercatat cukup impresif. Partisipasi diikuti oleh lebih dari 2.000 desa dari total 8.501 desa di Jatim. Lalu 1.306 desa/kelurahan berhasil meraih predikat Pratama, Madya, dan Mandiri. Sedangkan 180 desa sukses menembus fase Ingrid pada tahun ini.

Sumber: