Hakimi Minta Suporter Maroko Hentikan Cemoohan, Singa Atlas Butuh Dukungan Penuh
Kapten Timnas Maroko, Achraf Hakimi.-IG:achrafhakimi.-
MEMORANDUM.DISWAY.ID-Kapten Timnas Maroko, Achraf Hakimi, angkat suara terkait sikap sebagian suporter tuan rumah yang melayangkan cemoohan kepada timnya di ajang Piala Afrika.
Bek kanan andalan itu menegaskan bahwa dukungan publik sangat dibutuhkan, bukan tekanan yang justru merugikan perjuangan tim.
“Tidak wajar jika pendukung sendiri mencemooh tim. Kami membutuhkan pemain ke-12,” ujar Hakimi pada Minggu (waktu setempat), jelang laga terakhir fase grup Grup A melawan Zambia, Senin seperti dilansir ESPN.
Cemoohan terdengar saat Maroko bermain imbang 1-1 melawan Mali pada Jumat lalu. Para pemain Singa Atlas mendapat tekanan dari tribun, baik pada babak pertama maupun setelah laga berakhir, menyusul hasil yang dinilai kurang memuaskan.
Hakimi menekankan pentingnya peran suporter dalam turnamen besar seperti Piala Afrika. Menurutnya, dukungan moral dari publik bisa menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan.
“Kami membutuhkan suporter, tetapi kami juga harus menghormati lawan. Tidak ada pertandingan yang mudah,” tegasnya.
Sebagai tim Afrika dengan peringkat FIFA tertinggi saat ini, berada di posisi ke-11 dunia, Maroko memang dijagokan menjadi juara pada edisi ke-35 Piala Afrika.
Status semifinalis Piala Dunia 2022 membuat ekspektasi publik terhadap Hakimi dan kolega meningkat tajam.
Di fase grup, Maroko tampil sebagai tuan rumah dan memainkan seluruh laga di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat, yang berkapasitas hampir 70 ribu penonton.
Stadion ini juga akan menjadi venue laga babak gugur pertama Maroko jika mereka finis sebagai juara grup.
“Kami paham suporter ingin kami selalu menang. Sejak Piala Dunia, Maroko memang berubah. Namun, kami harus tetap rendah hati. Bermain di kandang memang membantu, tetapi tidak otomatis membuat segalanya mudah,” ungkap Hakimi. Ia juga membela pelatih Walid Regragui yang sempat mendapat kritik. “Pelatih telah melakukan pekerjaan luar biasa. Dia membentuk mentalitas tim, termasuk mentalitas saya,” tambahnya.
Saat ini Maroko memuncaki klasemen Grup A dengan empat poin dari dua laga. Mereka unggul dua poin atas Mali dan Zambia, sementara Komoro berada di dasar klasemen dengan satu poin.
Dua tim teratas grup serta tim peringkat ketiga terbaik berhak melaju ke babak berikutnya.
Hakimi juga menyinggung pengalamannya bersama Paris Saint-Germain. Ia pernah merasakan situasi serupa, ketika timnya dicemooh namun akhirnya mampu meraih prestasi besar.
“Kami pernah diragukan, tetapi akhirnya menjadi juara Eropa. Itulah sepak bola,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Walid Regragui memastikan Hakimi siap tampil melawan Zambia. Pemain PSG itu telah pulih dari cedera pergelangan kaki yang dialaminya pada awal November.
“Achraf adalah pemain terbaik di Afrika,” tegas Regragui, menandai pentingnya peran sang kapten bagi ambisi Maroko di Piala Afrika.
Sumber:


