Kemensos Coret 1,9 Juta KPM, Kabupaten Pasuruan Masih Aman
Penyaluran BLT di Kantor Pos--
PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kebijakan Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang melakukan pembersihan data penerima bantuan sosial secara besar-besaran tengah menjadi sorotan. Tercatat, sekitar 1,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia dinyatakan tidak lagi layak menerima bantuan.
Namun, tren pencoretan massal tersebut dipastikan tidak berdampak pada kepesertaan bansos di wilayah Kabupaten Pasuruan.
BACA JUGA:Wali Kota Kediri Bagikan BLT kepada Belasan Anak Berhadapan dengan Hukum

Mini Kidi--
Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengonfirmasi, hingga saat ini, tidak ada satu pun KPM di wilayahnya yang terkena dampak penghapusan data dari pusat.
Kondisi ini dinilai sebagai buah dari sinkronisasi data yang terjaga antara daerah dan pusat.
BACA JUGA:Penyaluran BLT-DD, Air Mata Nuriyadi Menetes Terima Uang Rp1,5 Juta dari Abah Holla
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Faturrahman menegaskan, meski data saat ini masih aman, pihaknya tetap memperketat verifikasi dan validasi (verval) di lapangan secara berkelanjutan.
“Untuk Kabupaten Pasuruan, alhamdulillah sementara ini tidak ada KPM yang tercoret dalam kebijakan nasional terbaru ini. Namun, verifikasi tetap kami lakukan secara berkala agar bantuan tepat sasaran,” ujar Faturrahman, saat memberikan keterangan Minggu 28 Desember 2025.
Salah satu instrumen bantuan yang kini menjadi fokus pengawasan adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
BACA JUGA:82.000 Lebih KPM Lumajang Terima BLTS Kesra Rp900 Ribu, Ini Pesan Saiful Bahri
Saat ini, terdapat sekitar 60.000 KPM yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan sebagai penerima manfaat tersebut.
Meski kuota tetap terjaga, Faturrahman mengakui adanya fenomena bantuan yang tidak terserap sepenuhnya.
Hal ini disebabkan oleh dinamika kondisi sosial para penerima di lapangan.
Sumber:

