Sambut Tahun Baru 2026, Warga Tawangsari Hadirkan Seni Jaranan dan Bantengan
Seniman menunjukkan keahlian memainkan tari jaranan.--
SIDOARJO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menyambut Tahun Baru 2026, warga RT3/RW1, Desa Tawangsari, Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur menghadirkan seni tradisional Jaranan dan Bantengan, Minggu 28 Desember 2025.
Seni warisan budaya tak benda ini menjadi momonetum dan tontonan warga dan pengunjung pasar kaget serta pedagang yang sebentar lagi menghadapi tahun 2026. Mareka berharap di tahun shio kuda api (Fire Horse).
BACA JUGA:Jaranan Sentherewe Tulungagung Resmi Jadi WBTB, Bupati Gatut Sunu Sambut dengan Bangga

Mini Kidi--
Dalam astrologi Tiongkok, kuda melambangkan kebebasan, kecepatan, dan semangat yang tak kenal lelah.
Dengan beberapa seniman, pimpinan Seni Jaranan dan Bantengan New Tunggal Bodoyo, pimpinan Bopo Kusen Pribadi meningkatkan rasa kebanggaan dan identitas lokal. Menghibur dan mengedukasi masyarakat.
“Sangat menghibur dengan kesenian tradisional jaranan dan bantengan. Semoga menjadi penyemangat warga menyambut tahun 2026 semakin baik,” terang Dedy warga yang ikut menonton kesenian budaya tak benda ini.
BACA JUGA:Festival Seni Nusantara di Kebraon Meriah, UWIKA Perkuat Kolaborasi Seni dan Toleransi
Seni jaranan dan bantengan adalah tarian tradisional Jawa Timur yang menggambarkan keberanian dan kekuatan. Jaranan adalah tarian kuda lumping, sedangkan Bantengan adalah tarian yang menggambarkan kekuatan banteng. Keduanya seringkali dipertunjukkan dalam acara adat dan festival.
Pertunjukan jaranan dan bantengan dogelar untuk melestarikan budaya dan tradisi Jawa Timur. Meningkatkan rasa kebanggaan dan identitas lokal. Menghibur dan mengedukasi masyarakat. Meningkatkan pariwisata dan ekonomi lokal. Serta menjaga nilai-nilai kepahlawanan dan keberanian. (day)
Sumber:


