Distan Jombang Targetkan Produksi Padi Lebih Efisien dan Berkelanjutan
Kepala Dinas Pertanian Jombang Moch Rony, saat menyampaiakan budi daya tanaman sehat ke petani--
JOMBANG, MEMORANDUM.CO.ID - Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepemanduan Budidaya Tanaman Sehat (BTS) bagi petani dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Kegiatan ini merupakan upaya menghadapi potensi meningkatnya serangan hama penyakit, produktivitas Tanaman yang cenderung stagnan, serta biaya usahatani yang terus melonjak.
Kepala Dinas Pertanian Jombang Moch Rony, melalui Akhmad Jani Masyhudi, Kabid Perlindungan, Pasca Panen dan Pemasaran Tanaman, menjelaskan bahwa produktivitas padi tidak mengalami peningkatan signifikan sejak era 1980-an. “Dulu provitas padi sudah mencapai satu ton per hektare. Sampai hari ini juga sama atau hanya sedikit di atasnya, sementara biaya usahatani terus naik,” ujarnya .
BACA JUGA:BUMDes Tawangrejo Lamongan Implementasikan Tematik Ketahanan Pangan Budidaya Ikan dan Padi

Mini Kidi--
Melalui metode Budidaya Tanaman Sehat (BTS), Dinas Pertanian berharap ada tiga capaian utama: budidaya padi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan produktif secara berkelanjutan. BTS merupakan pendekatan budidaya yang mengutamakan keseimbangan agroekosistem, sehingga tanaman lebih sehat, tahan hama, serta mampu meningkatkan hasil panen.
Konsep BTS dilakukan melalui pengelolaan lahan yang baik, pemilihan varietas yang sesuai, perlakuan benih, pengembalian bahan organik, perbaikan kesuburan tanah, pelestarian musuh alami, pengaturan irigasi, pemupukan berimbang hingga pengendalian hama terpadu.
“Selama ini masih banyak praktik yang kurang tepat, seperti pemupukan berlebih, minim pengembalian bahan organik, serta penggunaan pestisida yang kurang akurat bahkan berlebihan. Justru itu membuat tanaman lebih rentan,” jelas Akhmad Jani.
BACA JUGA:Gus Fawait: Kekuatan Negara Ada di Pangan, Jember Harus Kembali Jadi Lumbung Padi
BTS Jadi Metode Utama Peningkatan Produksi Padi
Dinas Pertanian Jombang menargetkan BTS menjadi metode utama dalam peningkatan produksi padi. Adapun strategi pengembangannya meliputi, membentuk desa model di setiap kecamatan sebagai pusat pengembangan BTS.Membangun demonstrasi plot (Dem BTS) di tiap desa model.Menyiapkan kebijakan pendukung, termasuk usulan penyusunan Perbup BTS yang kini dikaji bersama Bappeda. "Memperkuat sinergi lintas sektor, mulai OPD terkait, pemerintah desa, perguruan tinggi hingga pihak swasta," katanya.
Bimtek berlangsung selama empat hari, terbagi untuk dua kelompok peserta: dua perwakilan petani dari desa model di 21 kecamatan serta para PPL. Tiga narasumber berpengalaman hadir, yakni Wito, SP, Khamim, dan Subekti Suhandoko, SP, yang merupakan Pemandu Lapangan 1 Provinsi Jawa Timur.
BACA JUGA:Wujud Konsistensi Pembinaan dan Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Lamongan Panen Raya Padi Tahap ke-3
Materi yang diberikan mencakup analisa agroekosistem meliputi tanah, air, tanaman hingga musuh alamiprosedur pelaksanaan BTS, penelusuran budidaya, serta teknik kepemanduan. Suasana pelatihan berlangsung interaktif karena peserta diajak mencermati praktik budidaya yang selama ini menjadi kebiasaan petani, kemudian dianalisis bersama dengan metode sederhana, disertai game dan dinamika kelompok.
“Peserta sangat antusias dan berharap ada tindak lanjut di lapangan,” ungkap Akhmad Jani.
Sumber:
