Cukup Isi Skrining Sekali, Peserta JKN Bisa Deteksi 14 Penyakit
Tampilan hasil skrining riwayat kesehatan --
KEDIRI, MEMORANDUM.CO.ID - Pepatah lama mengatakan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Pesan ini kembali ditegaskan oleh BPJS Kesehatan Cabang Kediri yang mengimbau masyarakat, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), untuk rutin melakukan skrining riwayat kesehatan.
Upaya sederhana ini dinilai sebagai pintu awal pencegahan berbagai penyakit serius yang sering kali baru disadari setelah kondisinya memburuk.

Mini Kidi--
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, menjelaskan bahwa skrining riwayat kesehatan bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan langkah nyata yang dapat membantu mendeteksi potensi penyakit lebih dini.
Deteksi dini ini, menurutnya, sangat penting karena banyak penyakit kronis yang pada awalnya tidak menunjukkan gejala berarti.
“Banyak kasus, bahkan pada usia muda, peserta sudah harus menjalani cuci darah akibat gagal ginjal. Padahal kondisi itu bisa dicegah dengan pola hidup sehat dan melakukan skrining sejak awal. Skrining riwayat kesehatan adalah investasi kecil yang manfaatnya sangat besar bagi masa depan kesehatan kita. Mari ajak keluarga dan kerabat agar lebih peduli pada langkah promotif dan preventif ini,” kata Tutus, Senin, 22 September 2025.
BACA JUGA:Peserta di Tulungagung Rasakan Manfaat Program Rujuk Balik, Kesehatan Lebih Terkendali Bersama JKN
Skrining riwayat kesehatan memberikan kesempatan kepada peserta JKN untuk mendeteksi risiko terhadap 14 jenis penyakit. Beberapa di antaranya adalah penyakit yang sangat akrab di tengah masyarakat. Seperti Diabetes Mellitus (kencing manis), Hipertensi (darah tinggi), Stroke, dan Penyakit Jantung Iskemik.
Selain itu, skrining juga dapat membantu menemukan potensi penyakit kanker payudara, kanker usus, kanker leher rahim, dan kanker paru. Penyakit menular dan kelainan genetik pun tak luput dari perhatian. Seperti Hepatitis B, Hepatitis C, Tuberkulosis (TBC), serta Thalasemia.
BACA JUGA:Tidak Perlu Khawatir, saat Berada di Luar Domisili Peserta JKN Tetap Dapat Berobat
Bagi remaja putri, skrining juga dapat mendeteksi risiko anemia. Sedangkan pada populasi dewasa, penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) menjadi salah satu fokus yang perlu diantisipasi.
“Dengan satu kali pengisian dalam setahun, peserta sudah bisa mengetahui risiko terhadap 14 penyakit sekaligus. Hasil skrining ini dapat digunakan berulang kali saat berkunjung ke fasilitas kesehatan (faskes). Jadi, tidak perlu mengulang proses skrining setiap kali datang, dan pelayanan medis pun bisa lebih cepat diberikan,” jelas Tutus.
BACA JUGA:Cegah Penyakit Kronis Sejak Dini, Dokter FKTP Ajak Peserta JKN Jaga Pola Hidup Sehat
Sumber:


