DLH Jombang Klaim Kualitas Air Kali Gude Ploso Lebih Baik
Kualitas air Kali Gude diklaim mengalami peningkatan--
JOMBANG, MEMORANDUM.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang mencatat adanya perbaikan signifikan pada kualitas air di saluran Kali Gude, Kecamatan Ploso, dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disampaikan oleh Kabid Wasdal Gakkum DLH Jombang, Yuli Inayati.
Menurut Yuli, berdasarkan hasil pengujian kualitas air sejak 2018 hingga 2024, upaya pengendalian limbah yang dilakukan baik dari sektor domestik maupun industri telah menunjukkan hasil yang positif.
BACA JUGA:Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, DLH Jombang Luncurkan Empat Bantuan TPS3R

Mini Kidi--
“Untuk tahun 2025 ini masih tahap proses pengujian. Hasilnya nanti akan kami sampaikan. Namun, tren dari tahun-tahun sebelumnya sudah jauh lebih baik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kadar oksigen terlarut pada 2024 tercatat berada di angka 4,4 persen, mendekati standar baku mutu. Kandungan amoniak yang sebelumnya 0,1 persen pada 2023, naik menjadi 0,16 persen pada 2024, namun masih di bawah ambang batas baku mutu yakni 0,2 persen. Sementara untuk kandungan fosfat, pada 2022 mencapai 17,8 persen, turun drastis menjadi 0,1 persen pada 2023, dan sedikit naik di 2024 menjadi 0,18 persen.
“Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kondisi air di saluran Kali Gude sudah jauh lebih baik, mulai dari berkurangnya bau hingga sampah yang ada,” jelas Yuli.
BACA JUGA:DLH Terjunkan Tim, Respons Keluhan Warga Terkait Debu PG Jombang Baru
Selain itu, jumlah pengaduan dari masyarakat juga mengalami penurunan signifikan. Menurutnya, keluhan bau yang sempat muncul bukan karena pencemaran, melainkan akibat adanya bendungan pada saluran untuk kebutuhan pertanian. “Kalau saluran air tidak dibendung, bau itu tidak akan muncul. Dari sisi kualitas air sudah baik,” tambahnya.
Yuli juga menegaskan, pemerintah telah menerapkan kebijakan baru terkait pembuangan limbah. Industri yang masa izinnya habis tidak lagi diperbolehkan membuang limbah ke saluran air. Bahkan, saat ini sudah ada dua industri yang dihentikan membuang limbah ke Kali Gude.
“Meski ada keterkaitan dengan izin usaha yang membatasi langkah pemerintah, kami tetap berkomitmen untuk memperbaiki kualitas air di saluran Kali Gude. Dan saat ini kondisinya sudah lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.
BACA JUGA:Cegah Longsor dan Banjir, DLH Jombang Tanam Ribuan Pohon di Wonosalam
Selama ini aliran sekunder Gude Ploso sepanjang Jombang-Tembelang kondisinya mengenaskan. Pasokan air yang minim, membuat sungai di pinggir jalur nasional dan provinsi ini berwarna keruh hingga memutih bahkan berbau tak sedap.
Seperti terlihat Sabtu 6 September 2025 siang, sungai ini terlihat memutih. Alirannya juga kecil dan bahkan di beberapa titiknya masih ditemukan sampah yang menyangkut.
Sumber:
