Tangani 2.543 Kasus TBC, Dinkes Ponorogo Gerakkan Seluruh Stakeholder

Tangani 2.543 Kasus TBC, Dinkes Ponorogo Gerakkan Seluruh Stakeholder

Kabid P2P Dinkes Ponorogo, Anik Setiyarini--

PONOROGO, MEMORANDUM.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan upaya gempur penyakit Tuberkulosis (TBC) pada 3 September 2025.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo Anik Setiyarini menjelaskan, saat ini angka TBC nasional menduduki peringkat tertinggi kedua di dunia sehingga penanganan harus dipercepat di tingkat nasional maupun daerah.

BACA JUGA:Harga Tomat di Ponorogo Rp 3 Ribu per Kilogram

“Target kita semua digerakkan untuk deteksi diri TBC, kemudian dilakukan screening dan tata laksana jika ditemukan kasus. Hal ini dikerjakan bersama-sama oleh tim percepatan penanggulangan TBC, termasuk organisasi masyarakat,” ujarnya.

Data Dinkes mencatat, jumlah kasus TBC di Ponorogo pada 2025 sebanyak 2.543 kasus. Meski demikian, capaian temuan kasus baru di Ponorogo masih 31 persen, lebih rendah dari target nasional 60 persen per Agustus 2025.

BACA JUGA:Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan, Kabar Aksi Demo Ponorogo Tidak Terbukti

“Kalau pasien TBC yang ditemukan Insyaallah semuanya sudah diobati. Prinsipnya kita temukan, kita obati, sampai sembuh agar tidak menularkan,” jelas Anik.

Ia menambahkan, tantangan utama dalam penanganan TBC adalah stigma negatif di masyarakat.


Mini Kidi--

“Stigma ini membuat orang enggan periksa meski mengalami batuk berkepanjangan, keringat dingin di malam hari, atau gejala TBC lainnya. Stigma yang kental di masyarakat menjadi hambatan utama,” tuturnya.

Sementara itu, capaian pengobatan TBC di Ponorogo per Agustus 2025 sudah mencapai 95 persen.

“Insyaallah capaian kita sudah sesuai target, yakni 95 persen. Kalau untuk angka kesuksesan pasien yang menyelesaikan pengobatan baru mencapai 77 persen dari target 90 persen,” pungkas Anik.

Sumber: