Calvary Kajati Cup Jatim: Dibuka Kajati dan Komjenpol Fadil Imran juga Wamenpora
-Ilustrasi-
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Kejuaraan Bulutangkis Calvary Kajati Cup Jawa Timur 2025 yang akan digelar 1-7 September 2025 merupakan turnamen pertama di Indonesia yang memberikan poin peringkat nasional di level kejuaraan regional.
BACA JUGA:Piala Kajati Jatim 2025: Turnamen Bulutangkis Poin Nasional Pertama di Indonesia
Pertandingan yang akan dibuka di GOR Sudirman (venue utama), selain GOR Suryanaga dan GOR MERR itu akan dihadiri Wamenpora Taufik Hidayat dan Ketua Pusat PBSI Indonesia Komjenpol Muhammad Fadil Imran.

Mini Kidi--
Yang sangat istimewa, wamenpora yang juga pernah mencapai peringkat nomor satu dunia di usia 19 tahun itu juga akan memeriahkan exhibition match melawan Tontowi Ahmad.
"Akan dibuka sekitar pukul 14.00 di GOR Sudirman. Yang akan dihadiri Wamenpora (Taufik Hidayat) dan Ketua Pusat PBSI Indonesia Muhammad Fadil Imran," ujar Ketua PBSI Jatim Tonny Wahyudi, Minggu 24 Agustus 2025.
BACA JUGA:Kajati Cup 2025 Dimeriahkan dengan Exhibition Match Taufik Hidayat vs Tontowi Ahmad
Tambah Yudi Ndut-sapaan karibnya, bahwa turnamen yang diikuti 1.700 peserta seluruh Indonesia itu akan dibagi menjadi 27 kategori pertandingan yang dipertandingkan. Mulai dari tingkat usia dini, anak-anak, pemula, remaja, taruna, hingga veteran, baik putra maupun putri, di nomor tunggal, ganda, dan ganda campuran.
"Turnamen ini diikuti 1.700 peserta seluruh Indonesia," jelasnya.
Lanjutnya, Kejuaraan Bulutangkis Calvary Kajati Cup Jawa Timur 2025 merupakan kolaborasi apik dengan Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jatim dengan estimasi penonton mencapai 2.000 orang per hari, dari pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB.

-Taufik Hidayat bakal bertanding melawan Tontowi Ahmad di opening ceremony Calvary Kajati Cup Jawa Timur 2025.-
”Tak hanya sekadar kompetisi, Kejuaraan Bulutangkis Calvary Kajati Cup Jawa Timur 2025 diharapkan menjadi wadah pembibitan atlet berprestasi, khususnya dari Jawa Timur,” kata Yudi Ndut.
Yudi Ndut-sapaan karinya menambahkan, kejuaraan ini menjadi kesempatan emas bagi pemain muda daerah untuk unjuk gigi dan menambah jam terbang dengan melawan atlet-atlet dari level nasional.
“Turnamen ini juga menjadi ajang konsolidasi pembinaan bulutangkis regional dalam konteks skala nasional,” kata Yudi Ndut yang juga Ketua HDCI Jatim ini.
Sumber:

