Persebaya Jumpa PSIM di Laga Perdana: Siap Tidak Siap Malam Ini Pembuktiannya!

Persebaya Jumpa PSIM di Laga Perdana: Siap Tidak Siap Malam Ini Pembuktiannya!

Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez Moran. -Anwar Hidayat-

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID-Persebaya Surabaya bakal memulai perjalanan panjang di Super League musim 2025/2026 dengan penuh optimisme.

Segala persiapan telah dilakukan tim berjuluk Green Force tersebut, mulai dari pemusatan latihan, uji coba dengan tim luar negeri, hingga menghadapi klub lokal.

Dalam rangka menguji kekuatan dan mematangkan strategi, Persebaya sempat menjajal klub asal Australia, Football Western Australia.

Laga uji coba itu memberikan gambaran awal mengenai kemampuan skuad musim ini. Selain itu, tim lokal juga menjadi lawan latih tanding, yang berakhir dengan beragam hasil, menang, imbang, dan kalah.

Pelatih Persebaya, Edu Perez, menegaskan bahwa hasil dalam laga uji coba bukanlah tolok ukur utama. Menurutnya, pertandingan pra-musim lebih difokuskan pada persiapan mental, fisik, dan pencarian komposisi terbaik tim.

“Kami ingin memastikan setiap pemain memahami perannya di lapangan dan formasi bisa berjalan efektif,” ujar Edu.

Persebaya musim ini memang datang dengan ambisi besar. Perombakan komposisi pemain, penambahan amunisi baru, serta adaptasi taktik menjadi modal utama untuk bersaing di level tertinggi.

Edu Perez dikenal sebagai pelatih yang detail dan mengutamakan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan. Ia pun memanfaatkan pra-musim untuk menguji berbagai skema, termasuk pola serangan cepat dan transisi bertahan yang solid.

Malam ini, tantangan nyata akan dimulai. Persebaya dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta di laga perdana Super League 2025/2026.

Laga ini bukan sekadar pertandingan pembuka, melainkan juga ajang pembuktian kesiapan Bajol Ijo menghadapi persaingan ketat musim ini.

PSIM sendiri datang dengan status tim promosi setelah berhasil menembus kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia.

Semangat mereka tentu berlipat ganda untuk membuktikan diri di hadapan klub-klub besar. Persebaya harus mewaspadai motivasi tinggi tim lawan, apalagi PSIM dikenal memiliki gaya bermain agresif dan tak kenal kompromi.

Pertandingan ini juga menjadi sorotan suporter setia Persebaya, Bonek dan Bonita, yang selalu memberikan dukungan penuh di stadion maupun dari jauh.

Antusiasme mereka menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk memberikan penampilan terbaik.

Sumber: