new idulfitri

Sosialisasi Parkir Digital Berujung Ricuh, Saksi Mata Sebut Ada Provokasi Massa

Sosialisasi Parkir Digital Berujung Ricuh, Saksi Mata Sebut Ada Provokasi Massa

Lokasi Kejadian Pengeroyokan di Jl Manyar Kertoarjo V, Surabaya kembali normal --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Insiden kekerasan yang menimpa Purnama, pimpinan Gerakan Forjustice, saat melakukan sosialisasi parkir digital di Jl Manyar Kertoarjo V, Surabaya, kian memanas. 

Kejadian yang diwarnai aksi pengeroyokan dan pelemparan batu oleh jukir tersebut diduga dipicu oleh adanya provokasi di tengah massa.

Minara (63), penjaga warung di sekitar lokasi kejadian menjelaskan ketegangan sudah terasa sejak pagi hari hingga puncaknya pada malam hari.

BACA JUGA:Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Dishub Surabaya Sosialisasi Parkir Digital di Kawasan Wisata Religi


Mini Kidi Wipes.--

Ia juga membenarkan bahwa pagi hari puluhan jukir paruh baya sudah mendatangi lokasi. Di antara kerumunan tersebut, terlihat sosok yang diduga sebagai pimpinan.

"Pagi kemarin ada puluhan jukir berkumpul disini. Ada bapak-bapak pakai baju putih, rapi, dia pintar ngomong. Saya dengar mereka bilang kalau tujuan mereka sebenarnya baik, tapi ada yang memprovokasi," ujar Minara saat ditemui, Rabu, 8 April 2026.

Bahkan, menurut laporan yang diterima Minara dari warga sekitar, sempat terjadi gesekan pada siang hari hingga ada personel kepolisian diturunkan untuk mengamankan situasi.

BACA JUGA:Digitalisasi Parkir Surabaya Memanas, Dewan Desak Penutupan Lokasi yang Masih Terima Tunai

Situasi yang sempat mereda ternyata kembali memanas selepas magrib. minara menjelaskan massa yang datang berjumlah lebih banyak dan didominasi oleh anak muda dengan pakaian bebas.

"Kalau malam lebih banyak lagi, mereka lebih muda-muda. Saya sendiri sampai tidak berani mendekat karena situasinya ramai sekali," lanjutnya.

BACA JUGA:Sikat Parkir Liar di Jalan Tidar, Polsek Bubutan Amankan Jukir Tanpa Atribut Resmi

Minara menambahkan, massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 9 malam, sebelum bubar, ternyata ia mendengar adanya kekesalan dari pihak massa terhadap kehadiran wartawan di lokasi. 

"Ada yang bilang, kenapa ada wartawan, kok tiba-tiba datang enggak ada tata kramanya, terus ada yang teriak video on, video on, dari situ kayaknya mulai ramai," jelas Minara.

Sumber:

Berita Terkait