Calon Karyawan SPPG Besuki SItubondo Terancam Tergusur Tenaga Luar Daerah
Puluhan calon karyawan SPPG Besuki saat mengikuti diklat dan menjadi relawan dapur program gizi.--
SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Keresahan dialami puluhan warga Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, yang menjadi calon karyawan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) karena terancam digantikan tenaga kerja dari luar daerah meski telah mengikuti Bimbingan Teknis dan menjadi relawan tanpa upah, Sabtu 17 April 2026.
Puluhan warga tersebut sebelumnya telah terlibat dalam persiapan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis di wilayah setempat.

Mini Kidi Wipes.--
Mereka bahkan sudah menjadi relawan sejak bulan puasa dengan melakukan berbagai pekerjaan seperti membersihkan peralatan dan menyiapkan kebutuhan dapur tanpa menerima gaji.
Musrifa, warga Jetis, Kecamatan Besuki, mengaku tetap menjalankan tugas tersebut dengan harapan dapat dipekerjakan secara resmi saat dapur beroperasi.
BACA JUGA:Utama Raya dan SPPG Jadi Penyumbang Sampah Terbesar di Situbondo, DLH Dorong Pengolahan dari Hulu
“Mulai bulan puasa kami sudah jadi relawan. Membersihkan peralatan, ompreng, dan menyiapkan segala kebutuhan dapur. Kami tidak mengeluh meski tanpa gaji karena berharap bisa langsung bekerja saat dapur resmi dibuka,” ungkap Musrifa.
Namun, harapan tersebut berubah menjadi kekecewaan setelah muncul pengumuman rekrutmen baru oleh pihak yayasan pengelola SPPG.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Selain itu, hingga kini warga yang telah mengikuti seleksi awal dan Bimtek belum mendapatkan kepastian panggilan kerja.
Situasi semakin memanas setelah beredar kabar bahwa posisi di SPPG Besuki akan diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah Kraksaan.
Musrifa menilai alasan tersebut tidak tepat karena pekerja luar daerah sudah memiliki penempatan di wilayah masing-masing.
BACA JUGA:Wabup Situbondo Ulfiyah dan Satgas Temukan Kekurangan di Dapur SPPG Klatakan dan Suboh
“Kalau alasannya sudah ikut Bimtek di sana, harusnya mereka bekerja di SPPG Kraksaan. Kami ini asli Besuki, sudah ikut Bimtek dan kerja bakti dari awal. Bagaimana perasaan kami jika akhirnya justru mendatangkan orang dari luar kota?” tegasnya.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Situbondo, Faisol, menyatakan telah menerima aduan masyarakat dan tengah melakukan koordinasi dengan Satuan Tugas terkait persoalan tersebut.
BACA JUGA:Menu Dinilai Tidak Layak, Wali Murid SDN di Situbondo Minta Program MBG Dihapus
“Saya masih berkoordinasi dengan pihak Satgas terkait masalah ini,” ujar Faisol.
Sementara itu, pihak yayasan pengelola SPPG Besuki hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait polemik rekrutmen tersebut. (–)
Sumber:







