Gandeng Relawan Internasional, Mas Rio Pimpin Aksi Bersih Pesisir Besuki Situbondo
Mas Rio bersama ratusan siswa dan relawan bersihkan pesisir Besuki Situbondo.--
SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Masalah sampah plastik menjadi perhatian Pemkab Situbondo, sehingga Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo menggelar aksi bersih-bersih pesisir Besuki dengan menggandeng relawan internasional dan ratusan pelajar, Kamis 9 April 2026.
Dalam aksi ini, Mas Rio berkolaborasi dengan aktivis dari Sungai Watch, organisasi lingkungan asal Bali yang dipimpin relawan asal Prancis, sedang melakukan kampanye lari sejauh 1.000 kilometer dari Bali menuju Jakarta untuk pembersihan sungai dan pantai.

Mini Kidi Wipes.--
"Kebetulan kemarin kami kedatangan teman-teman aktivis Sungai Watch. Mereka sedang kampanye lari dari Bali ke Jakarta. Karena visi mereka sejalan dengan apa yang sering kita lakukan, langsung kita ajak aksi bersama," ujar Bupati Yusuf Rio.
Tidak hanya melibatkan aktivis internasional, Mas Rio juga mengajak ratusan siswa SD hingga SMP agar generasi muda memahami pendidikan ekologis sejak dini.
BACA JUGA:Pemkab Situbondo Naikkan Insentif Guru Ngaji dan Sekolah Minggu, Anggaran Capai Rp 14 Miliar
"Hanya dalam waktu kurang dari satu hari, kita kumpulkan anak-anak sekolah. Ini adalah upaya pembangunan kesadaran dan pendidikan dini tentang ekologi. Sampah, terutama plastik, adalah persoalan utama yang sangat mengganggu ekologi di Situbondo saat ini," tegasnya.
Terkait solusi jangka panjang, Bupati menyebut Situbondo memiliki Perda pengendalian kantong plastik sejak 2018, namun implementasinya harus bertahap karena banyak pelaku usaha mikro masih bergantung pada plastik.
BACA JUGA:Satu Tahun Kepemimpinan Mas Rio Dan Mbak Ulfi, Pemkab Situbondo Fokus Turunkan Kemiskinan
"Kita ingin membongkar kebiasaan masyarakat. Targetnya adalah reducing. Supaya setiap beli sesuatu tidak harus minta plastik, tapi bisa bawa tas sendiri dari rumah yang bisa dipakai berkali-kali," tambahnya.
Mengenai penggunaan kantong organik sebagai alternatif, Mas Rio mendukung meski masih perlu kajian sisi industri dan harga pasar. "Kantong organik itu salah satu solusi. Kita akan mulai dari lingkungan pemerintah dulu sebagai contoh, sebelum nantinya meluas ke masyarakat," pungkasnya.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Sementara itu, Gary, Sam, dan saudara laki-lakinya, tiga bersaudara asal Prancis yang menetap di Bali lebih dari 20 tahun, tengah menjalani misi "Run for Rivers" dengan berlari 1.200 kilometer dari Bali menuju Jakarta untuk kampanye pembersihan sungai.
"Setiap kali kami ingin berenang di laut, kebanyakan ada plastik kresek. Semakin tahun, kondisi Indonesia semakin parah," ujar Gary, yang bersama yayasan Sungai Watch fokus menangani sampah dari sumbernya.
BACA JUGA:Segarkan Birokrasi, Mas Rio Mutasi 26 Pejabat Eselon II Pemkab Situbondo
Mereka memasang jaring khusus di sungai agar sampah tidak hanyut ke laut, mencakup wilayah Bali, Banyuwangi, dan Sidoarjo, dan berencana ekspansi di Situbondo. Dalam perjalanan, mereka melakukan aksi bersih-bersih harian, bertemu bupati, dan menjalin komunitas lokal.
"Ini bukan masalah satu daerah saja, tapi global. Kami ingin menginspirasi dan berharap bisa bertemu semua bupati sepanjang perjalanan hingga Jakarta," tegas Sam.
Kondisi darurat sampah nyata, Gary mengingatkan setiap menit volume sampah yang masuk ke laut setara muatan satu truk, sehingga ekspansi sistem penyaringan sampah di Situbondo segera dilakukan. (–)
Sumber:







