Juara SFF 2026 UAB Surabaya Ungkap Proses Kreatif Karya Pemenang saat Kunjungi Redaksi Memorandum
Tim Juara I Surabaya Fashion Festival 2026 dari Universitas Adi Buana Surabaya saat berkunjung ke Redaksi Memorandum.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Tim Juara I Surabaya Fashion Festival (SFF) 2026 dari Universitas Adi Buana (UAB) Surabaya, membagikan proses kreatif di balik karya pemenang saat mengunjungi Redaksi Memorandum di Jalan Ketintang, Selasa 7 Juli 2026.
Rombongan dipimpin Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga (PVKK) Fakultas Ilmu Pendidikan UAB Surabaya, Dr Yunus Karyanto MPd.
Turut hadir mahasiswa Program Studi Tata Rias sekaligus peraih Juara I, Dwi Haris Setyawan, bersama Ana Fiovita, Laseri, Humas UAB Surabaya Dicky Surya Putra Pradaw, serta Muhamad Hilmy Khoirul.
BACA JUGA:Mengagumkan! Baru Pertama Tampil, Siswa SMPN 57 Surabaya Sabet Gelar Best Costume di SSF 2026

Mini Kidi Wipes.--
Haris menjelaskan karya yang ditampilkan timnya mengangkat tema keanekaragaman hayati melalui lima karakter utama, yakni anggrek, kupu-kupu, lebah, dan tarantula, yang diwujudkan dalam bentuk kostum serta tata rias fantasi.
"Setiap karakter harus terlihat jelas dan memiliki identitas yang kuat. Kalau anggrek harus terlihat kelopak dan kuntumnya, kupu-kupu harus tampak realistis, begitu juga karakter lainnya. Jadi satu tema yang kami angkat harus benar-benar utuh," ujar Haris.
Keunikan karya tersebut terletak pada penggunaan berbagai material, seperti latex, teknik body painting, serta bahan pendukung lain yang menghasilkan efek tiga dimensi pada kostum.
Menurut Haris, tim membutuhkan waktu sekitar dua pekan untuk menyelesaikan satu karakter, mulai dari penyusunan desain, pemilihan bahan, hingga proses pewarnaan.
Ia mengatakan tantangan terbesar adalah menentukan perpaduan warna dan material agar karakter yang ditampilkan mudah dikenali.
"Kami berkali-kali mencoba kombinasi warna dan bentuk agar karakter yang ditampilkan benar-benar bisa dikenali dari kejauhan. Kegagalan pasti ada, tetapi itu bagian dari proses belajar," katanya.
Ketua Program Studi PVKK Fakultas Ilmu Pendidikan UAB Surabaya, Dr. Yunus Karyanto, M.Pd., mengatakan keberhasilan mahasiswa meraih Juara I SFF 2026 merupakan hasil penerapan pembelajaran berbasis praktik di kampus.
"Di kurikulum kami ada mata kuliah cipta karya yang menjadi puncak pembelajaran mahasiswa. Sebelumnya mereka dibekali berbagai mata kuliah pendukung, mulai dari tata rias fantasi, event organizer, hingga praktik yang langsung melibatkan publik," jelas Yunus.
Ia menambahkan keberhasilan tersebut juga didukung pimpinan universitas yang memberikan apresiasi serta fasilitas pendanaan bagi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi.
Sumber:






