Perjalanan Bobby Lubis Temukan Rumah di Dalam Islam, Saat Cinta Membuka Pintu Langit
Bobby Lubis (jaket hitam depan kiri) bersama pengurus serta pembina Yayasan Rumah Singgah Mualaf.-Wendy Setiawan-
"Sebenarnya waktu baca syahadat itu agak gemetar. Yakin nggak ya? Soalnya sebelumnya nggak ada pengenalan yang dalam," lanjut Bobby dengan jujur.
BACA JUGA:Perjalanan Fransiskus Hermawan Priyono Menjadi Imam Keluarga, Tangis Bahagia di Sajadah Subuh
Ketidaktahuannya itu kemudian ia tuntaskan dengan belajar di Yayasan Rumah Singgah Mualaf, tempat ia bertemu dengan sesama pencari Tuhan yang juga pernah merasakan keraguan yang sama.
BACA JUGA:Sujud Teduh Putri Pendeta Gereja Bethany, Jemput Hidayah Lewat Kepolosan Sang Buah Hati
Namun, hidayah yang ia jemput ternyata harus dibayar mahal dengan keretakan hubungan keluarga. Bobby baru berani menyampaikan keputusannya seminggu setelah berikrar, dan respons yang diterima jauh dari kata hangat.
Kekecewaan berubah menjadi tangis, hingga berujung pada putus komunikasi total. Pesan singkat yang ia kirim tak lagi dibalas, dan nada sambung teleponnya tak pernah lagi disambut oleh suara orang tua atau kerabatnya.
"Keluarga besar kecewa. Nangis. Sampai akhirnya putus hubungan," ujarnya lirih.
BACA JUGA:Ikhtiar Icha Yustin Kwandou Mendalami Makna Tauhid, Antara Restu Ibu dan Panggilan Kalbu
Sebagai satu-satunya anggota keluarga yang berpindah keyakinan, sindiran tajam pun kerap mampir di telinganya, namun Bobby memilih untuk diam dan membiarkan waktu yang bekerja.
Di tengah sunyinya dukungan dari keluarga asal, Bobby justru menemukan pelabuhan batin yang baru. Gerakan rukuk dan sujud yang dulunya terasa asing, kini perlahan menjadi terapi bagi jiwanya yang riuh.
BACA JUGA:Transformasi Keyakinan Berliana Murphi, Dari Keraguan Menuju Kemantapan Berislam
Dibimbing oleh sang istri, ia mulai mengeja huruf hijaiyah hingga belajar memahami isi Alquran.
BACA JUGA:Perjalanan Iman dan Toleransi Tanjaya, Cahaya Hati di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya
"Kalau banyak pikiran terus salat, itu rasanya tenang," pungkasnya.
BACA JUGA:Merinding Baca Syahadat, Kisah Perjalanan Spiritual Angga Wibisono Jadi Mualaf
Sumber:




