Dari Multatuli Hingga Armijn Pane, Menelusuri Sosok Sastrawan Balai Pustaka

Dari Multatuli Hingga Armijn Pane, Menelusuri Sosok Sastrawan Balai Pustaka

-freepik-

MEMORANDUM - Balai Pustaka, lembaga penerbitan bersejarah di Indonesia, memiliki peran penting dalam perkembangan sastra Indonesia

Lahir di era kolonialisme Belanda, Balai Pustaka menjadi wadah bagi para sastrawan untuk berkarya dan menyebarkan ide-idenya.

BACA JUGA:Profil Cak Nun, Mengenal Sosok Budayawan Sekaligus Sastrawan Emha Ainun Nadjib

Artikel ini akan mengajak Anda menjelajahi sosok beberapa sastrawan ternama Balai Pustaka, dari Multatuli, sang maestro satir, hingga Armijn Pane, pelopor puisi modern.

1. Multatuli, Sang Maestro Satir

Eduard Douwes Dekker, atau lebih dikenal dengan nama Multatuli, adalah salah satu sastrawan paling berpengaruh di Indonesia. 

Karyanya, "Max Havelaar" dan "Surat-surat Cinta dari Padang", menjadi kritik tajam terhadap kolonialisme Belanda dan membuka mata masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:Roberto Mancini Sebut 4 Pemain Timnas Layak Main di Serie B Italia

2. G.S. Franz, Sang Penyair Romantis

G.S. Franz, penyair romantis yang terkenal dengan gaya bahasanya yang indah dan penuh makna, menghasilkan karya-karya seperti "Selendang Merah" dan "Pengakuan Seorang Penduduk Desa".

BACA JUGA:DKJT Konsisten Hidupkan Potensi Penyair dan Sastrawan di Jawa Timur

3. Roestam Effendi, Sang Pelopor Cerpen Modern

Roestam Effendi, dikenal sebagai pelopor cerpen modern Indonesia, menuangkan ide-idenya tentang kemanusiaan dan realitas sosial dalam karyanya seperti "Melati Van Java" dan "Percikan Perdu".

BACA JUGA:Dua Motor Adu Banteng Vs Daihatsu Sigra, Satu Tewas

Sumber: