Nelayan Temukan Mayat Pria di Kaki Jembatan Suramadu

Nelayan Temukan Mayat Pria di Kaki Jembatan Suramadu

Petugas gabungan mengevakuasi mayat pria di bawah Jembatan Suramadu. -Arif Alfiansyah-

SURABAYA, MEMORANDUM - Jenazah pria ditemukan di kaki Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Kamis, 2 Mei 2024. Pria tersebut diketahui berinisial M (45) dan berasal dari Jalan Dupak Timur, Surabaya.

Mayat kali pertama ditemukan RM (30), nelayan asal Tanah Merah, Bangkalan. RM yang mencari ikan melihat M tergeletak di kaki jembatan dan tidak bergerak sama sekali.

Informasi penemuan mayat ini kemudian dilaporkan ke BPBD Surabaya, Polairud, dan Basarnas. Petugas gabungan dari ketiga instansi tersebut langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban.

BACA JUGA:Golkar Siapkan Poros Baru Usung Bayu Airlangga di Pilwali Surabaya 

Proses evakuasi sempat mengalami kesulitan karena tingginya kaki tiang penyangga Jembatan Suramadu. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah M dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Soetomo menggunakan ambulans PMI.

Penyebab kematian M masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Kanitreskrim Polsek Kenjeran AKP Soeryadi mengatakan bahwa pihaknya akan memeriksa saksi-saksi dan keluarga M untuk mengetahui penyebab kematiannya.

BACA JUGA:Kader Golkar: Bayu Airlangga Layak Pimpin Kota Surabaya  

"Kami dari Polsek Kenjeran dan inafis Polres Pelabuhan Tanjung Perak masih masih dalami penyebab kematian korban, dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi maupun keluarga dulu, dalam penyelidikan ini," kata Suryadi.

BACA JUGA:PPDB 2024, Pakar Pendidikan Harap Pemkot Beri Intervensi Maksimal ke Sekolah Swasta 

Terkait kematian korban, Suryadi mengaku diduga korban meninggal belum lama. "Kemungkinan baru, karena kondisinya saat ditemukan masih utuh, " jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. "Saat ditemukan ada dompet berisi identitas, ada ransel berisi baju, celana, sarung, " ujar Suryadi.

BACA JUGA:Waspada ! Ini Cara Komplotan Curanmor Beraksi di Malang, Pantau Sasaran dengan Menginap di Hotel  

Sementara dari identitas yang ditemukan korban berKTP Dupak Rukun Timur. "Dari keterangan keluarga itu identitas yang lama, korban sebenarnya tinggal di wilayah Kalianak," ujarnya. (*)

Sumber: