Spiritual Belt

Spiritual Belt

H. Puguh Wiji Pamungkas, MM--

Oleh : H. Puguh Wiji Pamungkas, MM

 

Presiden Nusantara Gilang Gemilang

 

Founder RSU Wajak Husada

 

 

 

Salah satu momentum bersejarah yang terjadi pada saat Ramadan adalah adanya peristiwa Nuzulul Quran, yakni sebuah peristiwa diturunkannya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW, yang atas itu perjalanan ke-Nabi-an Muhammad SAW dimulai.

 

Peristiwa menggetarkan di Gua Hira’ itu pada akhirnya menjadi sebuah simbol bagi kekuatan batin dan fikiran yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dalam menjalani peran sebagai seorang Nabi dan Rasul selama ± 23 tahun.

 

Kita tahu bersama meski Rasulullah berasal dari keluarga tokoh Arab, namun justru orang-orang terdekatnyalah yang melakukan perlawan sepanjang beliau berdakwah, peristiwa-peristiwa heroik, menggetarkan dan penuh pengorbanan serta kesusahan menghiasi perjalanan beliau selama menyampaikan risalah Islam.

 

Namun kita saksikan bersama, atas kegigihan, ketekunan, kesabaran, gairah dan warior ethos yang beliau miliki pada akhirnya ada kurang lebih 125ribu kaum muslimin yang ber-Islam saat haji wada’, beberapa saat sebelum sang Nabi meninggal dunia, dan kita tahu bersama risalahnya yang terus hidup sepanjang hayat dan menjadi panduan bagi kehidupan manusia hingga saat ini, menjadikan Islam sebagai agama dengan total populasi 1,9 milyar di dunia.

BACA JUGA:Radiate Positive Energy

BACA JUGA:Dialog Nabi Isa dan Iblis Perihal Ghibah

 

Nuzulul quran telah menjelma menjadi “spiritual belt” bagi Rasulullah SAW, yang atas itu beliau dan para sahabat memiliki keteguhan hati untuk terus menyebarkan risalah Islam yang penuh kedamaian, kebaikan dan kasih sayang.

 

Dalam mendesign kehidupan, kita butuh yang namanya “spiritual belt” sebagai salah satu bagian penting yang akan memandu dan menjadi vektor dalam seluruh perjalanan kehidupan kita menuju kesuksesan, kemulyaan dan kehormatan akherat.

 

Spiritual belt akan menjadi motor penggerak bagi diri untuk menyongsong kesuksesan, menerobos hal-hal yang sulit dalam kehidupan sehingga menjadi mudah, mengambil resiko atas sesuatu hal yang sulit sehingga kita bertemu dengan banyak peluang dan kesempatan.

“Spiritual belt” juga akan menjaga endurance kita dalam menapaki perjuangan kehidupan yang berliku dan panjang. (*/ari)

 

Sumber: