Kegembiraan Menyambut dan Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan

Kegembiraan Menyambut dan Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan

Syaiful Rosyid SE MSi (Diretur Utama AR ROSYID Tour&Travel, Umroh Haji Service)--

Oleh : Syaiful Rosyid SE MSi (Diretur Utama AR ROSYID Tour&Travel, Umroh Haji Service)

Alhamdulillah kita patut dan wajib bersyukur kepada Allah SWT yang memberi kekuatan dan kesehatan lahir batin pada kita semua.

Diberi usia panjang dan diberikan kesempatan menapaki bulan mulia Ramadan kembali pada tahun ini, sebagaimana doa yang sering kita panjatkan semenjak bulan Rajab dan Sya’ban, yaitu:

“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadan”.

Doa ringkas penuh makna yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, yang seringkali juga kita dengar lantunannya yang diulang-ulang  bacaannya di banyak mushalla, dan masjid oleh anak-anak dan para orang tua.

Satu doa yang bertujuan mengingatkan setiap mukmin untuk bersegera dan berlomba-lomba menyiapkan diri, baik secara lahir maupun batin untuk menyambut datangnya bulan mulia, bulan penuh limpahan keberkahan, bulan suci, bulan istimewa yang penuh rahmat, ampunan.

Bulan yang menjadi washilah kita bisa terhindar dari siksaan api neraka, yaitu bulan Ramadan.

Selanjutnya, apa yang harus dan perlu disiapkan dalam menyambut bulan suci Ramadan ini sehingga aktifitas ibadah di dalamnya dapat kita tunaikan dengan maksimal.

Setidaknya ada dua hal yang perlu kita siapkan dalam menyambut dan memaksimalkan keistimewaan bulan Ramadan, yakni persiapan lahir dan batin, fisik dan mental, materil dan immateril.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah 183, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Ayat ini menegaskankan dan mengingatkan kepada setiap pribadi hamba Allah yang mukmin muslim untuk menunaikan kewajiban ibadah di bulan suci Ramadan.

Sebuah kewajiban yang juga telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu, sebelum Nabi Muhammad SAW yakni ibadah puasa.

Kewajiban untuk menahan diri, tidak makan dan minum serta menghindari segala sesuatu yang sekiranya dapat membatalkan puasa sebagaimana tuntunan syariat.

Oleh karenanya, perlu persiapan lahiriah agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik secara bertahap yakni idealnya kita melatih diri untuk berpuasa di bulan-bulan sebelumnya, seperti bulan Rajab dan Sya’ban.

Sumber: