Operasi Ketupat Semeru 2025 di Surabaya Berjalan Aman, Angka Laka Lantas Turun Signifikan

Operasi Ketupat Semeru 2025 di Surabaya Berjalan Aman, Angka Laka Lantas Turun Signifikan

Anggota Satlantas Polrestabes Surabaya melaksanakan pengamanan saat Operasi Ketupat Semeru 2025.--

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025 di SURABAYA berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) secara signifikan.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Herdiawan Arifianto mengungkapkan bahwa angka laka lantas turun sebesar 48% dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Polsek Karangpilang Beri Dukungan Moril dan Logistik untuk Petugas Pengamanan Operasi Ketupat 2025


Mini Kidi--

Tidak hanya itu, korban laka berstatus meninggal dunia (MD) pun ikut turun. Yakni, terjadi penurunan sebesar 88 persen.

"Alhamdulillah, jumlah laka lantas saat Operasi Ketupat Semeru tahun ini terjadi penurunan sebesar 42 persen. Lalu untuk korban MD selama operasi juga turun 88 persen," ujar Herdiawan, Jumat, 11 April 2025.

Pihaknya merinci, jumlah laka pada 2024 sebanyak 59. Sedang jumlah laka tahun 2025 sejumlah 34. Adapun korban MD sebanyak 8 orang, lalu di tahun 2025 hanya 1 orang.

BACA JUGA:Senkom Siap Dukung Operasi Ketupat Semeru 2025, Jalin Koordinasi dengan Kapolsek Karangpilang

"Untuk korban yang mengalami luka berat di tahun 2025 ada 1 orang, sedang korban luka ringan sebanyak 50 orang, angka ini turun drastis dari tahun 2024 sebanyak 78 orang," bebernya.

Herdiawan menyebut, keberhasilan ini tidak terlepas dari beberapa faktor kunci. Pertama, sosialisasi dan imbauan keselamatan berlalu lintas yang gencar dilakukan melalui berbagai media, baik tradisional maupun digital.

Hal tersebut dinilai cukup efektif meningkatkan kesadaran masyarakat.

BACA JUGA:Persiapan Operasi Ketupat 2024, Kakorlantas Polri Survei Tol Trans-Jawa

Kedua, penempatan personel di titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan, serta patroli rutin, yang mana berhasil meminimalisir potensi pelanggaran dan kejadian yang tidak diinginkan.

"Kami juga mengapresiasi kesadaran masyarakat yang semakin meningkat dalam mematuhi peraturan lalu lintas. Ini terlihat dari berkurangnya pelanggaran-pelanggaran fatal yang sering menjadi penyebab utama kecelakaan," tambahnya.

Sumber:

Berita Terkait