Sumpah Pemuda 2026, Kapolres Gresik Tanamkan Patriotisme kepada Pelajar Sekolah Rakyat
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan jajaran foto bersama usai upacara Sumpah Pemuda 2026.--
GRESIK, MEMORANDUM.CO.ID - Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengajak pelajar Sekolah Rakyat di Desa Racitengah, Kecamatan Sidayu, meneladani semangat Sumpah Pemuda dengan memperkuat persatuan, patriotisme, dan karakter untuk membangun masa depan bangsa, Rabu 28 Oktober 2026.
Ajakan tersebut disampaikan saat Kapolres Gresik memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang diikuti ratusan peserta, mulai siswa dan siswi Sekolah Rakyat, kepala sekolah, guru, pendamping, hingga unsur Forkopimcam Sidayu.
BACA JUGA:Satlantas Polres Gresik Bagikan Cokelat kepada Pengendara di Exit Tol Kebomas
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Gresik Ashluchul Alif, Kepala Sekolah Rakyat Rangga Pratama Wahyudiarta, Kasatbinmas Polres Gresik AKP Muhammad Nur Setyabudi, Kepala Dinsos Gresik Ummi Khoiroh, serta Forkopimcam Sidayu.
Dalam amanatnya, Ramadhan menekankan bahwa Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap 28 Oktober. Nilai persatuan yang diikrarkan para pemuda pada 1928 harus terus ditanamkan kepada generasi penerus, termasuk pelajar Sekolah Rakyat.
BACA JUGA:Bupati Gresik Lepas 187 Atlet dan Ofisial untuk POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026
"Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama," tegasnya.
Selain upacara di Sekolah Rakyat, Polres Gresik juga menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Mapolres Gresik pada hari yang sama. Upacara tersebut dipimpin Wakapolres Gresik Kompol Rizki Santoso dan diikuti jajaran pejabat utama, para kapolsek, serta personel dari berbagai satuan.

Mini kidi--
Dalam amanatnya, Rizki mengingatkan bahwa semangat yang diwariskan para pemuda 98 tahun lalu tidak boleh berhenti sebagai sejarah yang dikenang setiap 28 Oktober. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam karakter dan tindakan nyata generasi penerus bangsa.
"Sembilan puluh delapan tahun yang lalu, para pemuda Indonesia mengikrarkan sebuah janji. Janji yang menyatukan perbedaan, janji yang menguatkan perjuangan, dan janji yang melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa Indonesia," kata Rizki.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan menguasai teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat. Kemajuan bangsa tidak semata-mata diukur dari pembangunan gedung, kecanggihan teknologi, atau kekayaan, melainkan juga kualitas sumber daya manusia.
BACA JUGA:Polres Gresik Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, Utamakan Edukasi dan Keselamatan Pengendara
Rizki menekankan tiga karakter utama yang perlu dimiliki generasi masa depan, yakni patriotik, gigih, dan berempati. Patriotik berarti mencintai Indonesia melalui pengabdian dan tindakan nyata. Gigih berarti tidak menyerah menghadapi kesulitan maupun kegagalan. Sementara empati mengajarkan generasi muda untuk peduli terhadap kesulitan orang lain, bukan hanya mengejar keberhasilan pribadi.
Sumber:










