Workshop Tendik Berdampak Dorong Arsiparis Kampus Melek AI
Workshop Tendik Berdampak mendorong arsiparis kampus menguasai teknologi AI.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggelar Workshop Benchmarking Program Tendik Berdampak Bidang Arsiparis untuk mendorong tenaga kependidikan menguasai kecerdasan buatan dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi, Selasa 7 April 2026.
Melalui kegiatan ini, ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi diajak beradaptasi dengan era digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan.

Mini Kidi Wipes.--
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan tenaga kependidikan kini tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sistem pendidikan tinggi.
"Tenaga kependidikan hari ini tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga bertindak sebagai lokomotif perbaikan sistem. Di dunia digital, kita dituntut bekerja lebih cerdas dan meninggalkan cara-cara lama," ujar Brian.
BACA JUGA:Ubah Screen Time Jadi Manfaat, Strategi Cerdas Orang Tua Jaga Produktivitas Anak di Era Digital
Workshop ini merupakan tahap ketiga dari rangkaian program berkelanjutan yang diikuti 385 peserta terpilih dari tujuh bidang strategis perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan dalam mengoptimalkan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, guna mendukung tata kelola kampus yang lebih adaptif dan efisien.
Selain peningkatan kompetensi, forum ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas institusi untuk mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan.
BACA JUGA:Sejarah Hari Persandian Republik Indonesia 4 April dan 4 Tugas BSSN
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Airlangga, Ardianto, menilai kearsipan menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan berbasis data.
"Di era informasi saat ini, institusi sangat bergantung pada basis data yang akurat. Karena itu, peran arsiparis sangat penting dan strategis," tegasnya.
Ia mendorong peserta tidak hanya menyerap materi, tetapi juga melakukan benchmarking untuk mengukur kapasitas diri serta mengadopsi praktik terbaik.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Sementara itu, Direktur SDM, Manajemen Talenta, dan Pengembangan Organisasi UNAIR, Radian Salman, menyebut penunjukan UNAIR sebagai mitra penyelenggara bidang arsiparis menjadi bukti kepercayaan atas tata kelola kearsipan.
Menurutnya, program ini dirancang untuk menjawab tantangan disrupsi digital melalui peningkatan kapasitas dan berbagi pengalaman.
BACA JUGA:Perkuat Mutu Pendidikan, 128 Kepala SMA dan SMK Negeri Dilantik
"Harapannya, peserta dapat menjadi pionir dalam inovasi tata kelola arsip yang relevan dengan kebutuhan dunia digital di perguruan tinggi masing-masing," tandasnya.
Selama lima hari ke depan, peserta akan menjalani pelatihan intensif dan benchmarking dengan target melahirkan arsiparis yang adaptif dan inovatif. (Ain)
Sumber:







